Sistemkendali loop tertutup (closed-loop control system) adalah sistem kendali yang sinyal keluarannya mempunyai pengaruh langsung terhadap aksi pengendaliannya. Dengan kata lain, sistem kendali loop tertutup adalah sistem kendali berumpan-balik. Sistem Kontrol Loop Tertutup B. Contoh Aplikasi Loop Tertutup Dispenser Pompa Air Otomatis Ataubisa saja tidak menampilkan HMI ( Grapic Remote Display ) tapi bisanya klo inverter sendiri standartnya adalah Close Loop Contoh gambar Open Loop : Contohnya Sistem Kerja Mesin Cuci yang menggunakan Inverter Control Mesin Cuci hanya berdasarkan waktu diamana kontrol semua mengacu pada waktu yang di tentukan. Kelemahansistem ini adalah jika ada gangguan, maka sistem tidak dapat melaksanakan tugas sesuai yang diharapkan. Sistem Pengaturan Loop Tertutup (Close Loop Control System) adalah sistem pengaturan yang mempunyai umpan balik (feed back) sehingga masukan dan keluaran sistem masih ada hubungannya dan dapat dibandingkan selisih antara keduanya. SistemKendali Kalang Tertutup dimana ada suatu sistem yang Outputnya berdasarkan Input dari Output masa lalu, masa Sekarang dan masa yang akan datang. kita bisa memahami bahwa kita dapat menentukan Set Point sebagai referensi Input yang masuk ke Controller kemudian di proses didalam sistem dan menghasilkan Output, dari Output ini datanya di Systemcontrol open loop dapat digunakan hanya jika hubungan antara masukan dan keluaran diketahui dan tidak terdapat gangguan internal maupun eksternal. 2 Sistem kontrol lup tertutup (Close Loop) Sistem kontrol lup tertutup adalah sistem kontrol yang sinyal keluarannya mempunyai pengaruh langsung pada aksi pengontrolan, sistem kontrol lup BankIndonesia ( BI) selaku otoritas sistem pembayaran close loop untuk memiliki izin. Bank sentral pun tengah mempersiapkan revisi Peraturan Bank Indonesia (PBI) tentang Uang Elektronik. Rancangan peraturan ini nantinya akan memuat ketentuan penerbitan uang elektronik jenis closed loop yang harus mendapat izin dari bank sentral. Tipebagan kotak sistem kendali. Contoh aplikasi sistem kontrol loop tertutup, kecuali answer choices. Contoh Open Close Loop Pdf from aplikasi sistem kontrol close loop. Overview materi terminologi sistem kontrol diagram blok dan komponennya sistem open loop vs close loop aplikasi sistem kontrol di dunia nyata. ngRE. mata kuliah mekatronika oleh Bapak Putra Wisnu Agung Sucipto ST.,MT Universitas Islam 45 Bekasi 1. Sistem Kontrol Open Loop Open loop control atau kontrol lup terbuka adalah suatu sistem yang keluarannya tidak mempunyai pengaruh terhadap aksi kontrol. Artinya, sistem kontro terbuka keluarannya tidak dapat digunakan sebagai umpan balik dalam masukan Dari gambar 1 di atas dapat diketahui persamaan untuk sistem lup terbuka DOWNLOAD MATERI DISINI Dalam suatu sistem kontrol terbuka, keluaran tidak dapat dibandingkan dengan masukan acuan. Jadi, untuk setiap masukan acuan berhubungan dengan operasi tertentu, sebagai akibat ketetapan dari sistem tergantung kalibrasi. Dengan adanya gangguan, system control open loop tidak dapat melaksanakan tugas sesuai yang diharapkan. System control open loop dapat digunakan hanya jika hubungan antara masukan dan keluaran diketahui dan tidak terdapat gangguan internal maupun eksternal. Kontrol loop terbuka feedforward control adalah suatu sistem kontrol yang keluarannya tidak diperhitungkan ulang pada kontroler. Ciri-ciri Sistem Kendali Terbuka • Sederhana • Harganya murah • Dapat dipercaya • Kurang akurat karena tidak terdapat koreksi terhadap kesalahan • Berbasis waktu Kinerja Loop Terbuka • Kontrol loop terbuka sesuai untuk sistem operasi gerak robot dengan aktuator yang berdasarkan pada umpan logika berbasis langkah sekuensial urutan program • Tidak menggunakan sensor untuk mengetahui posisi akhir • Dapat diatur dengan menggunakan delay • Cocok untuk robot sistem mapping Contoh Aplikasi Loop terbuka – pengontrol lalu lintas berbasis waktu – mesin cuci – oven listrik – Tangga berjalan – Rolling detektor pada Bandara 2 .Sistem kontrol lup tertutup Close Loop Sistem kontrol lup tertutup adalah sistem kontrol yang sinyal keluarannya mempunyai pengaruh langsung pada aksi pengontrolan, sistem kontrol lup tertutup juga merupakan sistem kontrol berumpan balik. Sinyal kesalahan penggerak, yang merupakan selisih antara sinyal masukan dan sinyal umpan balik yang dapat berupa sinyal keluaran atau suatu fungsi sinyal keluaran atau turunannya, diumpankan ke kontroler untuk memperkecil kesalahan dan membuat agar keluaran sistem mendekati harga yang diinginkan. Dengan kata lain, istilah “lup tertutup” berarti menggunakan aksi umpan – balik untuk memperkecil kesalahan sistem. Dari gambar 2 di atas dapat diketahui persamaan yang digunakan dalam close loop sistem Pada Gambar menunjukkan hubungan masukan dan keluaran dari sistem kontrol lup tertutup. Jika dalam hal ini manusia bekerja sebagai operator, maka manusia ini akan menjaga sistem agar tetap pada keadaan yang diinginkan, ketika terjadi perubahan pada sistem maka manusia akan melakukan langkah – langkah awal pengaturan sehingga sistem kembali bekerja pada keadaan yang diinginkan. Dalam hal lain jika kontroler otomatik digunakan untuk menggantikan operator manusia, sistem kontrol tersebut menjadi otomatik, yang biasa disebut sistem kontrol otomatik berumpan balik atau sistem kontrol lup tertutup, sebagai contoh adalah pengaturan temperatur. Sistem kontrol manual berumpan-balik dalam hal ini manusia bekerja dengan cara yang sama dengan sistem kontrol otomatik. Mata operator adalah analog dengan alat ukur kesalahan, otak analog dengan kontroler otomatik dan otot – ototnya analog dengan akuator. Hal inilah yang membedakan dengan sistem kontrol lup terbuka yang keluarannya tidak berpengaruh pada aksi pengontrolan, dimana keluaran tidak diukur atau diumpan–balikkan untuk dibandingkan dengan masukan. Sistem kontrol lup tertutup mempunyai kelebihan dari sistem kontrol lup terbuka yaitu penggunaan umpan–balik yang membuat respon sistem relatif kurang peka terhadap gangguan eksternal dan perubahan internal pada parameter sistem dan mudah untuk mendapatkan pengontrolan “Plant” dengan teliti, meskipun sistem lup terbuka mempunyai kelebihan yaitu kestabilan yang tak dimiliki pada sistem lup tertutup, kombinasi keduanya dapat memberikan performansi yang sempurna pada sistem. Ciri-ciri Sistem Kendali Tertutup • Lebih kompleks • Harga yang lebih mahal • Lebih dapat dipercaya • Biasanya lebih akurat Kontrol loop tertutup adalah suatu sistem kontrol yang output-nya mempengaruhi kontroler dalam memberikan sinyal aktuasi pada robot. Komponen Proses sistem kendali loop tertutup a. Reference Input masukan acuan, r, merupakan sinyal acuan bagi sistem kontrol. b. Actuating Signal e, merupakan sinyal kesalahan/error. yang merupakan selisih antara sinyal acuan r dan sinyal b. c. Control Element, g1 merupakan elemen yang berfungsi untuk memproses kesalahan/error yang terjadi dan setelah kesalahan tersebut dimasukkan melalui elemen pengontrol. d. Manipulated Variable variabel yang dimanipulasi, merupakan sinyal yang dihasilkan oleh control element yang berfungsi sebagai sinyal pengontrol tanpa adanya gangguan. e. Plant/proses, merupakan obyek fisik yang dikontrol, dapat berupa proses mekanis, elektris, hidraulis maupun gabungannya. f. Disturbance, merupakan sinyal gangguan yang tidak diinginkan. g. Feedback Element jalur umpan balik, merupakan bagian sistem yang mengukur keluaran yang dikontrol dan kemudian mengubahnya menjadi sinyal umpan balik. h. Forward Path, merupakan bagian sistem tanpa umpan balik Komponen sistem kendali loop tertutup a. Input masukan merupakan rangsangan yang diberikan pada sistem kontrol, merupakan harga yang diinginkan bagi variabel yang dikontrol selama pengontrolan. Harga ini tidak tergantung pada keluaran sistem. b. Output keluaran, respons merupakan tanggapan pada sistem kontrol, merupakan harga yang akan dipertahankan bagi variabel yang dikontrol, dan merupakan harga yang ditunjukkan oleh alat pencatat. c. Beban/plant merupakan sistem fisis yang akan dikontrol misalnya mekanis, elektris, hidraulik ataupun pneumatik. d. Alat kontrol/kontroller merupakan peralatan/rangkaian untuk mengontrol beban sistem. alat ini bisa digabung dengan penguat. e. Elemen umpan balik menunjukkan atau mengembalikan hasil pencatatan ke detektor sehingga bisa dibandingkan terhadap harga yang diinginkan di stel f. Error detector alat deteksi kesalahan merupakan alat pendeteksi kesalahan yang menunjukkan selisih antara input masukan dan respons melalui umpan balik feedback path. g. Gangguan merupakan sinyal-sinyal tambahan yang tidak diinginkan. Gangguan ini cenderung mengakibatkan harga keluaran berbeda dengan harga masukannya. Gangguan ini biasanya disebabkan oleh perubahan beban sistem, misalnya adanya perubahan kondisi lingkungan, getaran ataupun yang lain. Contoh Aplikasi Loop Tertutup servomekanisme, sistem pengontrol proses, lemari es, pemanas air otomatik, kendali termostatik, Ac. DLL Perbedaan Open Loop Dan Close Loop – Open Loop dan Close Loop adalah dua metode kontrol yang berbeda, yang sering digunakan dalam sistem kontrol. Perbedaan antara kedua metode ini dapat dilihat dari cara kerja, konfigurasi, aplikasi, keefektifan, dan lainnya. Open Loop adalah sebuah sistem kontrol di mana sinyal masukan tidak dipantau oleh sistem sehingga tidak ada pengontrolan balik. Sistem ini mengandalkan konfigurasi yang telah ditentukan untuk menghasilkan sinyal keluaran yang diinginkan. Sebagai contoh, mesin cuci adalah contoh dari sistem Open Loop, di mana Anda tidak perlu memonitor setiap langkahnya. Anda hanya perlu mengatur berapa lama mesin tersebut harus beroperasi dan sinyal keluaran akan berdasarkan pada pengaturan yang telah ditentukan. Close Loop adalah sistem kontrol di mana sinyal masukan dipantau dan dikontrol oleh sistem. Sinyal masukan akan diubah untuk menghasilkan sinyal keluaran yang diinginkan. Sebagai contoh, perangkat lunak pengontrol kendali nyala api adalah contoh dari sistem Close Loop. Sinyal masukan adalah suhu bahan bakar dan sinyal keluaran adalah jumlah bahan bakar yang harus disuplai ke ruang bakar. Oleh karena itu, sinyal masukan harus dipantau secara berkelanjutan untuk menghasilkan sinyal keluaran yang diinginkan. Perbedaan utama antara Open Loop dan Close Loop adalah dalam kontrol balik. Open Loop tidak menggunakan kontrol balik, sedangkan Close Loop menggunakan kontrol balik untuk mencapai sinyal keluaran yang diinginkan. Perbedaan lain adalah dalam kestabilan. Close Loop lebih stabil daripada Open Loop karena sinyal masukan dipantau dan dikontrol secara berkelanjutan. Ini juga mengakibatkan sistem Close Loop memiliki kinerja yang lebih baik daripada sistem Open Loop. Perbedaan lainnya antara Open Loop dan Close Loop adalah dalam aplikasi. Open Loop lebih sesuai untuk sistem yang tidak memerlukan kontrol balik, seperti mesin cuci. Sedangkan Close Loop lebih sesuai untuk sistem yang memerlukan kontrol balik, seperti perangkat lunak pengontrol nyala api. Selain itu, biaya juga menjadi perbedaan antara kedua metode ini. Open Loop lebih murah dibandingkan Close Loop karena menggunakan sedikit elemen dan komponen. Close Loop memerlukan elemen dan komponen yang lebih banyak, sehingga biaya produksinya lebih tinggi. Jadi, Open Loop dan Close Loop adalah dua metode kontrol yang berbeda. Perbedaan utama antara kedua metode ini adalah dalam kontrol balik, kestabilan, aplikasi, dan biaya. Open Loop tidak menggunakan kontrol balik, lebih stabil, lebih sesuai untuk sistem yang tidak memerlukan kontrol balik, dan lebih murah. Sedangkan Close Loop menggunakan kontrol balik, kurang stabil, lebih sesuai untuk sistem yang memerlukan kontrol balik, dan lebih mahal. Daftar Isi 1 Penjelasan Lengkap Perbedaan Open Loop Dan Close 1. Open Loop dan Close Loop adalah dua metode kontrol yang 2. Perbedaan utama antara Open Loop dan Close Loop adalah dalam kontrol balik, kestabilan, aplikasi, dan 3. Open Loop tidak menggunakan kontrol balik, lebih stabil, lebih sesuai untuk sistem yang tidak memerlukan kontrol balik, dan lebih 4. Close Loop menggunakan kontrol balik, kurang stabil, lebih sesuai untuk sistem yang memerlukan kontrol balik, dan lebih 5. Open Loop mengandalkan konfigurasi yang telah ditentukan untuk menghasilkan sinyal keluaran yang 6. Close Loop memerlukan elemen dan komponen yang lebih banyak, sehingga biaya produksinya lebih 7. Sinyal masukan dipantau dan dikontrol oleh sistem dalam Close 8. Close Loop memiliki kinerja yang lebih baik daripada sistem Open Loop. Penjelasan Lengkap Perbedaan Open Loop Dan Close Loop 1. Open Loop dan Close Loop adalah dua metode kontrol yang berbeda. Open Loop dan Close Loop adalah dua metode kontrol yang berbeda. Open loop adalah jenis sistem kontrol di mana sinyal masukan tidak diamati atau dipantau untuk membuat koreksi pada sinyal keluaran. Sinyal keluaran dikendalikan oleh sinyal masukan. Ini adalah jenis sistem kontrol yang paling umum, mudah dipahami, dan murah. Sedangkan close loop adalah jenis sistem kontrol di mana sinyal masukan, sinyal keluaran, dan proses kontrol dipantau secara konstan. Sinyal masukan yang diterima, sinyal keluaran yang dihasilkan, dan proses kontrol yang dilakukan dipantau secara konstan. Jika terdapat perubahan dalam sinyal masukan, sinyal keluaran, atau proses kontrol, maka sistem close loop akan membuat koreksi pada sinyal keluaran. Kedua metode ini berbeda dalam cara mereka mengendalikan sinyal masukan dan keluaran. Sistem Open Loop hanya mengendalikan sinyal masukan, sedangkan sistem Close Loop mengendalikan sinyal masukan, sinyal keluaran, dan proses kontrol. Sistem Open Loop lebih sederhana dan murah dibandingkan dengan sistem Close Loop. Ini dikarenakan mereka tidak memerlukan kontrol yang konstan dan kompleks. Namun, tidak ada koreksi yang dilakukan pada sinyal keluaran, jadi sistem ini tidak dapat beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Sistem Close Loop lebih kompleks dan mahal daripada sistem Open Loop. Ini karena mereka memerlukan kontrol yang konstan, yang membutuhkan lebih banyak hardware. Namun, sistem ini memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan membuat koreksi pada sinyal keluaran. Kedua metode ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sistem Open Loop lebih sederhana, murah, dan lebih mudah dipahami. Namun, mereka tidak dapat beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Sistem Close Loop lebih kompleks, mahal, dan memerlukan kontrol yang konstan. Namun, mereka memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan membuat koreksi pada sinyal keluaran. Pemilihan metode tergantung pada aplikasi sistem kontrol yang akan digunakan. 2. Perbedaan utama antara Open Loop dan Close Loop adalah dalam kontrol balik, kestabilan, aplikasi, dan biaya. Kontrol open loop dan kontrol close loop adalah dua metode yang digunakan untuk mengontrol sistem. Keduanya memiliki perbedaan dalam kontrol balik, kestabilan, aplikasi, dan biaya. Kontrol open loop adalah metode kontrol dimana sinyal masukan diterapkan ke sistem tanpa mengacu pada hasilnya. Atau, sinyal masukan tidak dipengaruhi oleh sinyal keluaran. Sinyal keluaran sistem tidak dipantau atau diukur. Kontrol open loop mengacu pada sistem di mana sinyal masukan dan sinyal keluaran tidak saling terhubung. Kontrol closed loop adalah metode kontrol dimana sinyal masukan diterapkan ke sistem dan sinyal keluaran dipantau dan diukur. Sinyal masukan akan disesuaikan berdasarkan sinyal keluaran. Kontrol close loop mengacu pada sistem di mana sinyal masukan dan sinyal keluaran saling terhubung. Perbedaan utama antara kontrol open loop dan kontrol close loop adalah dalam kontrol balik, kestabilan, aplikasi, dan biaya. Kontrol open loop tidak memerlukan kontrol balik, karena sinyal masukan dan keluaran tidak saling terhubung. Kontrol close loop memerlukan kontrol balik agar sinyal masukan dapat disesuaikan berdasarkan sinyal keluaran. Kontrol open loop cenderung kurang stabil dibandingkan kontrol close loop. Karena sinyal keluaran tidak dipantau, sistem tidak dapat menyesuaikan sinyal masukan jika error terjadi. Sistem close loop dapat menyesuaikan sinyal masukan dan mengendalikan error. Kontrol open loop lebih cocok untuk aplikasi dimana kontrol balik tidak diperlukan. Misalnya, sistem penghemat bahan bakar. Sistem close loop lebih cocok untuk aplikasi dimana kontrol balik diperlukan. Misalnya, sistem navigasi. Kontrol open loop biasanya lebih murah dibandingkan kontrol close loop. Kontrol open loop memerlukan lebih sedikit komponen, seperti sensor dan kontrol balik. Kontrol close loop memerlukan lebih banyak komponen, seperti sensor, kontrol balik, dan pengendali. Kontrol open loop dan kontrol closed loop adalah dua metode yang digunakan untuk mengontrol sistem. Keduanya memiliki perbedaan dalam kontrol balik, kestabilan, aplikasi, dan biaya. Kontrol open loop tidak memerlukan kontrol balik, lebih kurang stabil, lebih cocok untuk aplikasi tanpa kontrol balik, dan lebih murah dibandingkan kontrol close loop. Sementara itu, kontrol close loop memerlukan kontrol balik, lebih stabil, lebih cocok untuk aplikasi dengan kontrol balik, dan lebih mahal dibandingkan kontrol open loop. 3. Open Loop tidak menggunakan kontrol balik, lebih stabil, lebih sesuai untuk sistem yang tidak memerlukan kontrol balik, dan lebih murah. Open loop dan close loop merupakan dua konsep pengontrolan yang berbeda yang menggunakan kontrol dalam berbagai sistem. Open loop menggunakan sinyal masukan untuk menghasilkan sinyal keluaran tanpa menggunakan sinyal balik, sedangkan close loop menggunakan sinyal balik untuk mengatur sinyal masukan sehingga sinyal keluaran sesuai dengan yang diinginkan. Perbedaan utama antara open loop dan close loop adalah open loop tidak menggunakan kontrol balik, lebih stabil, lebih sesuai untuk sistem yang tidak memerlukan kontrol balik, dan lebih murah. Open loop tidak menggunakan kontrol balik, sehingga sinyal masukan yang diterima oleh sistem dikonversi langsung menjadi sinyal keluaran. Konsep ini lebih sederhana dan dapat digunakan untuk mengendalikan proses yang tidak memerlukan kontrol balik. Hal ini juga menghasilkan sinyal keluaran yang stabil karena tidak ada koreksi yang dibuat pada sinyal masukan. Sistem ini juga lebih murah untuk dioperasikan karena tidak membutuhkan komponen kompleks untuk mengontrol sinyal balik. Selain itu, open loop juga lebih sesuai untuk sistem yang tidak memerlukan kontrol balik. Misalnya, sistem pengontrol temperatur dapat menggunakan open loop karena tidak memerlukan sinyal balik untuk mengontrol temperatur. Pengontrolan sederhana lainnya seperti motor stepping dan servo motor juga dapat menggunakan open loop untuk mengendalikan posisi atau kecepatan. Namun, close loop lebih baik untuk sistem yang memerlukan kontrol balik. Ini karena close loop menggunakan sinyal balik untuk mengoreksi sinyal masukan, sehingga sinyal keluaran lebih sesuai dengan yang diinginkan. Misalnya, sistem pengontrol temperatur dapat menggunakan close loop karena menggunakan sinyal balik dari sensor untuk membuat koreksi yang diperlukan pada sinyal masukan. Kesimpulannya, open loop dan close loop adalah dua konsep kontrol yang berbeda yang dapat digunakan untuk mengontrol berbagai sistem. Open loop tidak menggunakan kontrol balik, lebih stabil, lebih sesuai untuk sistem yang tidak memerlukan kontrol balik, dan lebih murah. Close loop, di sisi lain, lebih sesuai untuk sistem yang memerlukan kontrol balik. 4. Close Loop menggunakan kontrol balik, kurang stabil, lebih sesuai untuk sistem yang memerlukan kontrol balik, dan lebih mahal. Sistem open loop dan closed loop merupakan dua jenis sistem kontrol yang berbeda, yang berfungsi untuk memastikan bahwa sistem kerja dengan baik. Open loop dan closed loop memiliki beberapa perbedaan, termasuk dalam hal keandalan, biaya, stabilitas, dan kontrol balik. Perbedaan ini akan dibahas lebih lanjut di bawah ini. Pertama, closed loop menggunakan kontrol balik, artinya ia memiliki kemampuan untuk melacak dan mengoreksi informasi yang dihasilkan oleh sistem. Dengan kontrol balik, sistem dapat menjaga kondisi yang diinginkan dengan memantau perubahan dalam parameter yang relevan. Hal ini berarti bahwa closed loop memiliki tingkat keandalan yang lebih tinggi daripada open loop. Kedua, closed loop kurang stabil daripada open loop. Karena kontrol balik, closed loop cenderung lebih rentan terhadap gangguan daripada open loop. Dengan kata lain, closed loop cenderung lebih rentan terhadap variabel luar, seperti tegangan, temperatur, dan lain-lain. Oleh karena itu, closed loop lebih cocok untuk sistem yang memerlukan kontrol balik dengan kinerja tinggi. Ketiga, closed loop lebih cocok untuk sistem yang memerlukan kontrol balik. Hal ini disebabkan oleh kontrol balik yang mengijinkan sistem untuk memonitor dan menyesuaikan outputnya untuk memastikan bahwa ia berfungsi dengan baik. Hal ini memungkinkan sistem untuk mengubah outputnya sesuai dengan kondisi lingkungan dan kondisi lainnya. Keempat, closed loop lebih mahal daripada open loop. Hal ini disebabkan oleh kompleksitas sistem closed loop, yang memerlukan lebih banyak perangkat keras dan perangkat lunak untuk berfungsi dengan baik. Selain itu, biaya instalasi closed loop juga lebih tinggi karena perlu diperhatikan komponen kontrol balik, seperti sensor dan aktuator. Secara keseluruhan, sistem open loop dan closed loop memiliki beberapa perbedaan, termasuk dalam hal keandalan, biaya, stabilitas, dan kontrol balik. Closed loop menggunakan kontrol balik, lebih kurang stabil, lebih cocok untuk sistem yang memerlukan kontrol balik, dan lebih mahal. Namun, closed loop juga lebih andal karena kemampuan untuk memonitor dan menyesuaikan outputnya. 5. Open Loop mengandalkan konfigurasi yang telah ditentukan untuk menghasilkan sinyal keluaran yang diinginkan. Open Loop dan Close Loop adalah dua jenis sistem kontrol yang digunakan dalam berbagai aplikasi industri. Keduanya memiliki fitur unik dan berbeda satu sama lain, yang membuat mereka cocok untuk digunakan dalam situasi tertentu. Open Loop mengandalkan konfigurasi yang telah ditentukan untuk menghasilkan sinyal keluaran yang diinginkan. Close Loop menggunakan sinyal masukan yang diterima untuk memperbaiki sinyal keluaran menggunakan mekanisme umpan balik. Open Loop adalah sistem kontrol yang tidak menggunakan umpan balik. Ini berarti bahwa sistem ini hanya akan mengikuti algoritma yang telah ditentukan sebelumnya dan tidak akan bertindak berdasarkan informasi masukan yang diterima. Sistem ini hanya mengandalkan konfigurasi awal untuk menghasilkan sinyal keluaran yang diinginkan. Konfigurasi ini dapat mencakup berbagai parameter, termasuk pengaturan tegangan, arus, dan frekuensi. Sistem ini juga bisa menggunakan parameter lain seperti temperatur, kelembaban, tekanan, dan lain-lain. Setelah parameter ini ditentukan, sistem open loop akan beroperasi menggunakan konfigurasi awal ini dan menghasilkan sinyal keluaran yang diinginkan. Keuntungan utama dari sistem open loop adalah bahwa ia dapat diatur untuk menghasilkan sinyal keluaran yang diinginkan dengan sangat tepat. Ini membuatnya cocok untuk situasi di mana tingkat keandalan yang tinggi diperlukan. Hal ini juga membuatnya ideal untuk aplikasi yang memerlukan sinyal keluaran yang tetap konstan. Kerugian utama dari sistem open loop adalah bahwa ia tidak fleksibel. Sistem ini tidak dapat menyesuaikan sinyal keluaran berdasarkan informasi masukan yang diterima. Hal ini berarti bahwa jika situasi berubah, sistem open loop tidak akan dapat menyesuaikan sinyal keluaran dengan cepat. Selain itu, sistem ini juga rentan terhadap gangguan eksternal dan bisa menghasilkan sinyal yang tidak dapat diandalkan jika konfigurasi awalnya tepat. 6. Close Loop memerlukan elemen dan komponen yang lebih banyak, sehingga biaya produksinya lebih tinggi. Open Loop dan Close Loop adalah dua sistem kontrol yang digunakan untuk mengendalikan proses. Open Loop adalah sistem kontrol di mana ketika suatu input diberikan, output yang dihasilkan adalah sama dengan input tersebut, tanpa mempertimbangkan apakah output yang dihasilkan tersebut berada di level yang diharapkan. Close Loop adalah sistem kontrol di mana ketika suatu input diberikan, output yang dihasilkan akan diukur dan diperiksa terhadap nilai target, lalu diperbaiki dengan mengubah input, sehingga output yang dihasilkan akan berada di tingkat yang diharapkan. Kedua sistem ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan salah satu perbedaan utama antara keduanya adalah biaya produksi. Open Loop memerlukan elemen dan komponen yang lebih sedikit, sehingga biaya produksinya relatif lebih rendah dibandingkan Close Loop. Close Loop memerlukan elemen dan komponen yang lebih banyak, sehingga biaya produksinya lebih tinggi. Open Loop biasanya digunakan untuk mengendalikan proses yang tidak membutuhkan feedback atau penyesuaian. Contohnya, mesin cuci dapat beroperasi secara open loop. Input yang diberikan adalah tombol untuk mengatur berapa lama prosesnya, lalu mesin cuci akan menjalankan proses sesuai dengan instruksi yang diberikan tanpa mengukur apakah output yang dihasilkan berada di level yang diharapkan. Sedangkan Close Loop biasanya digunakan untuk mengendalikan proses yang membutuhkan feedback atau penyesuaian untuk mencapai hasil yang diinginkan. Contohnya, sistem keamanan gedung yang memerlukan feedback untuk mematuhi aturan tertentu, sehingga ketika ada orang yang masuk ke gedung, sistem akan mengukur dan membandingkan dengan aturan dan akan membuat penyesuaian sesuai dengan aturan yang berlaku. Kedua sistem ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Open Loop memiliki biaya produksi yang relatif lebih rendah, namun tidak dapat mencapai hasil yang tepat. Sedangkan Close Loop memiliki biaya produksi yang lebih tinggi, tetapi dapat mencapai hasil yang tepat. Oleh karena itu, pemilihan antara Open Loop dan Close Loop harus didasarkan pada ketersediaan sumber daya, kompleksitas proses, dan tingkat presisi yang diinginkan. 7. Sinyal masukan dipantau dan dikontrol oleh sistem dalam Close Loop. Sinyal masukan adalah informasi yang diterima oleh sistem untuk diproses dan menghasilkan output yang diinginkan. Terdapat dua jenis sistem kontrol, yaitu sistem kontrol open loop dan sistem kontrol closed loop. Kedua jenis sistem ini memiliki perbedaan dalam hal sinyal masukan yang dipantau dan dikontrol oleh sistem. Sistem kontrol open loop adalah sistem kontrol yang tidak memantau dan mengontrol sinyal masukan. Sistem ini hanya merespons sinyal masukan tanpa memantau dan mengontrolnya. Sinyal masukan diteruskan ke output tanpa proses kontrol. Sistem ini efektif untuk memecahkan masalah yang memiliki output yang tidak bergantung pada sinyal masukan. Sistem kontrol closed loop adalah sistem kontrol yang memantau dan mengontrol sinyal masukan. Sistem ini merespon sinyal masukan dan melakukan proses kontrol untuk mencapai output yang diinginkan. Sinyal masukan dipantau dan dikontrol oleh sistem yang memungkinkan sistem untuk merespon sinyal masukan dengan tepat dan akurat. Sistem ini efektif untuk menyelesaikan masalah yang memiliki output yang bergantung pada sinyal masukan. Perbedaan utama antara sistem kontrol open loop dan sistem kontrol closed loop adalah sinyal masukan yang dipantau dan dikontrol oleh sistem. Sistem kontrol open loop tidak memantau dan mengontrol sinyal masukan, sedangkan sistem kontrol closed loop memantau dan mengontrol sinyal masukan. Sistem kontrol open loop hanya merespon sinyal masukan tanpa proses kontrol, sedangkan sistem kontrol closed loop merespon sinyal masukan dan melakukan proses kontrol. Kedua jenis sistem kontrol ini memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Sistem kontrol open loop efisien dan mudah digunakan, tetapi tidak fleksibel karena tidak memiliki pengontrolan sinyal masukan. Sistem kontrol closed loop lebih fleksibel karena memiliki pengontrolan sinyal masukan, tetapi lebih rumit dan membutuhkan lebih banyak sumber daya untuk mengoperasikannya. Dengan demikian, sinyal masukan dipantau dan dikontrol oleh sistem dalam Close masukan dipantau dan dikontrol oleh sistem untuk menjamin bahwa output yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan. Sistem kontrol closed loop memiliki kelebihan fleksibilitas karena memiliki pengontrolan sinyal masukan, namun membutuhkan sumber daya yang lebih banyak. 8. Close Loop memiliki kinerja yang lebih baik daripada sistem Open Loop. Perbedaan antara sistem Open Loop dan Close Loop adalah dalam cara mereka merespon masukan dan menghasilkan keluaran. Sistem Open Loop beroperasi tanpa respon atau umpan balik dari masukan, sementara sistem Close Loop memiliki umpan balik yang menghubungkan masukan dan keluaran. Sistem Open Loop menggunakan masukan untuk mengontrol proses, tetapi tidak membandingkan hasil dengan masukan. Sistem ini beroperasi secara terpisah dari output, dan tidak memiliki feedback atau umpan balik dari output. Sistem ini sering digunakan untuk aplikasi yang tidak memerlukan kontrol yang akurat. Sementara itu, sistem Close Loop menggunakan masukan untuk mengontrol proses, dan membandingkan hasil dengan masukan. Sistem ini memiliki feedback dari output untuk memperbaiki kinerja sistem. Oleh karena itu, sistem ini lebih efektif dalam mencapai hasil yang diharapkan. Sistem ini biasanya digunakan untuk aplikasi yang memerlukan tingkat kontrol yang tinggi. Sistem Close Loop memiliki kinerja yang lebih baik daripada sistem Open Loop. Hal ini karena sistem Close Loop memiliki umpan balik dari output, yang memungkinkan sistem untuk memperbaiki kinerja secara otomatis. Dengan umpan balik, sistem Close Loop dapat mengidentifikasi kesalahan dan menyesuaikan output untuk mencapai hasil yang diinginkan. Dengan kata lain, sistem Close Loop dapat mencapai hasil yang lebih akurat dan lebih stabil daripada sistem Open Loop. Kinerja sistem Close Loop juga lebih baik daripada sistem Open Loop karena ia dapat mengukur setiap respon dan menyesuaikan output sesuai. Dengan demikian, sistem Close Loop dapat mengikuti perubahan kondisi sistem dan menyesuaikan output sesuai. Oleh karena itu, sistem Close Loop dapat mencapai kinerja yang lebih akurat dan stabil daripada sistem Open Loop. Sistem Open Loop dan Close Loop memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sistem Open Loop lebih mudah untuk diprogram dan lebih murah, tetapi memiliki kinerja yang lebih buruk dibandingkan dengan sistem Close Loop. Sementara itu, sistem Close Loop memiliki kinerja yang lebih baik daripada sistem Open Loop, tetapi lebih mahal dan lebih sulit untuk diprogram. Dalam kesimpulan, sistem Close Loop memiliki kinerja yang lebih baik daripada sistem Open Loop. Hal ini karena sistem Close Loop memiliki umpan balik, yang memungkinkan sistem untuk mencapai hasil yang lebih akurat dan lebih stabil. Dengan demikian, sistem Close Loop dapat menjadi pilihan yang lebih baik jika tingkat kontrol yang tinggi diperlukan. Tugas Dasar Sistem Kontrol Disusun oleh Chrisna Radityatama 21060114120043 Kelas A UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO 2016 Sistem Kendali Loop Terbuka Sistem Kendali Loop Terbuka adalah suatu sistem kendali yang keluarannya tidak akan berpengaruh terhadap aksi kendali. Sehingga keluaran sistem tidak dapat diukur dan tidak dapat digunakan sebagai perbandingan umpan balik dengan masukan. Jadi pada setiap masukan akan didapatkan suatu kondisi operasi yang tetap. Sedangkan ketelitiannya akan tergantung pada kalibrasi. Dalam prakteknya sistem kendali loop terbuka dapat digunakan jika hubungan output dan inputnya diketahui serta tidak adanya gangguan internal dan eksternal. Gambar .Sistem Kendali Loop Terbuka Ciri – Ciri Sistem Kontrol Loop Terbuka 1. Sederhana 2. Harganya murah 3. Dapat dipercaya 4. Kurang akurat karena tidak terdapat koreksi terhadap kesalahan 5. Berbasis waktu Video Animasi Open loop Toaster Contoh Aplikasi Sistem Loop Terbuka 1. Eskalator Gambar Eskalator Prinsip Kerja 1. Pendaratan/Landing Floor plate rata dengan lantai akhir dan diberi engsel atau dapat dilepaskan untuk jalan ke ruang mesin yang berada di bawah floor plates. Comb plate adalah bagian antara floor plate yang statis dan anak tangga bergerak. Comb plate ini sedikit miring ke bawah agar geriginya tepat berada di antara celah-celah anak tangga-anak tangga. Tepi muka gerigi comb plate berada dibawah permukaan cleat. 2. Landasan penopang/Truss Landasan penopang adalah struktur mekanis yang menjembatani ruang antara pendaratan bawah dan atas. Landasan penopang pada dasarnya adalah kotak berongga yang terbuat dari bagian-bagian bersisi dua yang digabungkan bersama dengan menggunakan sambungan bersilang sepanjang bagian dasar dan tepat dibawah bagian ujungnya. Ujung-ujung truss tersandar pada penopang beton atau baja. Gambar Komponen Eskalator 2. Pemanggang Roti / Toaster Gambar Pemanggang Roti/Toaster Prinsip Kerja Pemanggang roti adalah peralatan listrik rumah tangga yang digunakan untuk memanggang roti yang telah diiris-iris berbentuk lempengan. Panas yang dihasilkan dengan menggunakan elemen pemanas dari kawat nikelin pipih yang dililitkan pada lempengan bahan tahan panas seperti asbes atau mika. Roti yangtelah diiris dimasukkan ke dalam rongga yang tersedia, dipanaskan/dipanggang salah satu jenis pemanggang roti Bread Toaster yang banyak dipakai pada rumah tangga. Pada umumnya, pemanggang menggunakan kawatl nikrom untuk memproduksi radiasi ini, dan kawat nikrom ini membalut suatu lembaran yang terbuat dari mika. Kawat nikrom nichrom sendiri adalah perpaduan antara nikel dan krom. Dalam Pemanggang roti tersusun menjadi beberapa bagian Gambar Komponen Pemanggang Roti 1. Rumahpelindung. Rumah pelindung si lapisi dengan bahan chrom atau di cata dengan tahan panas agar tidak korosi atau lonyot. 2. Elemen Pemanas Untuk menghasilkan panas da sebagai sumber pemanas yang di gunakan untuk pemanggangan di butuhkan elelmen pemanas sebagai sumber panas. 3. Dudukan roti .Dudukan roti di buat sedemikian rupa sehingga dapat naik turun. menurunya di lakukan dengan cara manual dan di naikan dengan cara otomatis bila roti sudah matang. 4. Thermosstat dan timer , thermostat berfungsi bila panas sudah melebihi kapasitas maka elemen pemans akan lepas dari arus listrrik .timer berfungsi untuk mengeset lamanya waktu pemanggangan. Pemanggang roti ini sering di gunakan dalam rumah di gunakan untuk menggantikan makan kemudahan inilah pemanggang roti di kelompokan dalam peralatan rumah tangga. 3. Sistem Pengaturan Peluncur Rudal Gambar Peluncur Rudal Prinsip Kerja Pada sistem ini yang diinginkan adalah pengaturan sudut peluncur rudal sesuai dengan jarak atau tujuan yang diinginkan. Dalam hal ini komando berupa sinyal dari potensiometer yang merupakan sinyal untuk menggerakkan peluncur rudal. Sinyal control diperkuat sehingga dapat menggerakkan motor yang terhubung dengan peluncur rudal. Agar posisi sudut tersebut akurat, maka pada sistem loop terbuka tersebut harus memenuhi syarat-syarat diantaranya adalah sebagai berikut 1. Peluncur rudal harus dikalibrasi secara tepat dengan referensi posisi sudut potensiometer. 2. Karakteristik potensiometer,penguat,motor harus konstan. Gambar Komponen Peluncur Rudal Sistem pengaturan posisi sudut peluncur rudal digambarkan sebagai berikut Sedangkan diagram blok pengaturan posisi sudut peluncur rudal yaitu 4. Oven Microwave Gambar Oven Microwave Prinsip Kerja Listrik dari stopkontak di dinding perjalanan melalui kabel listrik dan masuk microwave oven melalui serangkaian sirkuit sekering perlindungan dan keselamatan. Sirkuit ini termasuk berbagai sekering dan pelindung termal yang dirancang untuk menonaktifkan oven dalam hal suatu arus pendek atau jika kondisi terlalu panas terjadi. Jika semua sistem normal, listrik melewati ke sirkuit Interlock dan timer. Ketika kemudian pintu oven ditutup, jalur listrik juga dibentuk melalui serangkaian switch Interlock timer oven dan memulai operasi memasak memperluas jalan ini tegangan untuk rangkaian sistem kontrol mencakup baik sebagai relay elektromekanis atau sakelar elektronik disebut triac seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2. Merasa bahwa semua sistem yang “pergi,” menghasilkan rangkaian kontrol sinyal yang menyebabkan relay atau triac untuk mengaktifkan, sehingga menghasilkan jalur tegangan transformator tegangan tinggi. Dengan menyesuaikan rasio on-off aktivasi sinyal ini, sistem kontrol dapat mengatur penerapan tegangan transformator tegangan tinggi, dengan demikian mengendalikan rasio on-off dari tabung magnetron dan karena itu daya output dari microwave oven. Beberapa model menggunakan relay power-kontrol cepat bertindak dalam rangkaian tegangan tinggi untuk mengontrol output daya. Pada bagian tegangan tinggi Gambar 3, transformator tegangan tinggi bersama dengan dioda khusus dan pengaturan kapasitor berfungsi untuk meningkatkan tegangan rumah tangga khas, dari sekitar 115 volt, dengan jumlah yang sangat tinggi sekitar 3000 volt! Meskipun hal ini tegangan yang kuat akan sangat tidak sehat – bahkan mematikan – bagi manusia, itu hanya apa yang tabung magnetron perlu melakukan tugasnya – yaitu, untuk secara dinamis mengubah tegangan tinggi ke bergelombang gelombang elektromagnetik energi memasak. Energi gelombang mikro ditransmisikan ke saluran logam disebut Waveguide, yang feed energi menjadi area memasak dimana menemukan pisau logam perlahan-lahan bergulir dari pisau pengaduk. Beberapa model menggunakan jenis antena berputar sementara yang lain memutar makanan melalui gelombang energi pada korsel bergulir. Dalam hal apapun, efeknya adalah merata membubarkan energi gelombang mikro di seluruh wilayah di kompartemen memasak. Beberapa gelombang langsung menuju makanan, yang lain memantul dari logam dinding dan lantai, dan, berkat layar logam khusus, microwave juga mencerminkan dari pintu. Jadi, energi gelombang mikro mencapai semua permukaan makanan dari segala energi gelombang mikro tetap dalam rongga memasak. Ketika pintu dibuka, atau timer mencapai nol, berhenti microwave energi – sama seperti mematikan tombol lampu berhenti cahaya lampu. Gambar Komponen Oven Microwave 5. Traffic Light Gambar Traffic Light ATCS Automatic Traffic Light Control System telah digunakan pada kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya untuk mencegah terjadinya kemacetan. Tetapi meningkatnya jumlah kendaran menyebabkan ATCS berfungsi kurang optimal. Untuk itu dibuat sistem ATCS yang dapat bekerja menentukan lama penyalaan lampu hijau secara otomatis berdasarkan distribusi kepadatan. Sistem ini mengontrol lampu Lalu Lintas otomatis dengan menggunakan kamera berbasis mikrokontroller. Kamera digunakan sebagai pengamat kepadatan kendaraan pada suatu persimpangan. Hasil pengamatan diolah PC sehingga diperoleh persentase kepadatan pada tiap-tiap jalur. Mikrokontroller bekerja menyalakan lampu lalu lintas secara default kontrol yaitu searah dengan arah jarum jam. Jika PC terkoneksi dengan mikrokontroller maka mikrokontroller mengirimkan informasi jalur mana yang lampu hijaunya akan menyala. Kemudian PC mengolah gambar persimpangan dan menentukan besarnya persentase kepadatan serta lama penyalaan lampu hijau untuk jalur yang telah ditentukan. Apabila tidak ada koneksi antara PC dan mikrokontroller maka lama penyalaan lampu hijau adalah 6 detik. Gambar Komponen dalam Traffic Light Persentase kepadatan pada tiap-tiap jalur juga dipengaruhi dari persimpangan sebelumnya yang terhubung pada tiap-tiap jalur secara simulasi. Sistem ini dapat bekerja menentukan lama penyalaan lampu hijau dengan persentase keberhasilan sebesar 100%. Pada umumnya arah perpindahan lampu lalu lintas dapat diatur sesuai dengan arah jarum jam clockwise atau berlawanan arah jarum jam counter clockwise. Lampu lalu lintas bekerja secara bergantian pada tiap jalur sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan dengan urutan menyala lampu hijau, lampu kuning dan lampu merah. Gambar Komponen Luar Traffic Light Sistem Kendali Loop Tertutup Gambar Sistem Kendali Loop Tertutup Sistem kendali loop tertutup adalah suatu sistem yang keluarannya berpengaruh langsung terhadap aksi kendali. Yang berupaya untuk mempertahankan keluaran sehingga sama bahkan hampir sama dengan masukan acuan walaupun terdapat gangguan pada sistem. Jadi sistem ini adalah sistem kendali berumpan balik, dimana kesalahan penggerak adalah selisih antara sinyal masukan dan sinyal umpan balik berupa sinyal keluaran dan turunannya yang diteruskan ke pengendali / controller sehingga melakukan aksi terhadap proses untuk memperkecil kesalahan dan membuat agar keluaran mendekati harga yang diingankan. Video Animasi Closed loop Air dome Contoh Aplikasi Sistem Loop Tertutup 1. Setrika Listrik Gambar Setrika Listrik Sebagai masukan ke sistem adalah suhu acuan, yang di set secara tepat oleh thermostat. Outputnya adalah suhu yang dihasilkan sebenarnya dan sinyal feedbacknya adalah suhu yang dianggap tidak sesuai dengan acuan oleh thermostat. Prinsip Kerja Setrika Listrik Cara kerja dari sistem setrika otomatis ini adalah dengan memanfaatkan thermostat. Saat suhu acuan diatur input arus listrik akan dialirkan ke elemen pemanas yang akan memanas sampai panasnya mencapai suhu yang diatur sebagai acuan. Setelah suhu keluaran mencapai suhu acuan, akan ada sinyal umpan balik ke saklar temperatur yang nantinya akan memutuskan aliran listrik ke elemen pemanas agar suhu yang dihasilkan tidak melebihi suhu acuan. Begitu juga sebaliknya, setelah elemen pemanas tidak mendapatkan arus listrik, suhu keluaran akan turun dan lebih rendah dari suhu acuan. Nantinya akan ada sinyal umpan balik ke saklar temperatur untuk menghubungkan kembali elemen pemanas dengan arus listrik sehingga suhunya akan naik lagi sampai batas suhu acuan. Bagian-Bagian Setrika Listrik 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kabel daya Elemen pemanas Alas Lampu indikator Penutup dan pemberat Pengatur On-Off dan suhu Reservoir air dan slang uap Tangkai pemegang seterika Gambar Komponen Setrika Gambar Block Diagram Setrika Listrik 2. AC Split Gambar AC Split AC atau Air Conditioning merupakan mesin pendingin yang sistem kerjanya berdasarkan siklus refrigerasi kompresi uap. Dimana dalam siklus ini menggunakan refrigerant sebagai fluida kerja untuk mendinginkan sebuah ruangan. Siklus refrigerasi kompresi uap ini menggunakan empat komponen yang berperan penting dalam proses kerjanya, diantaranya yaitu kompressor, kondensor, katup ekspansi dan evaporator. Prinsip Kerja AC . Gambar Siklus Refrigerant Udara dari ruangan diserap evaporator untuk di alirkan menuju ke kompresor. Dikompresor refrigeran yang berupa gas dikompresi untuk dinaikkan tekanannya sehingga gas yang awalnya bertekanan rendah menjadi gas yang bertekanan tinggi dan temperatur yang tinggi. Refrigerant gas yang bertekanan tinggi ini kemudian dialirkan menuju ke kondensor untuk didinginkan dan diubah menjadi cairan yang bertekanan rendah. Refrigerant kemudian memasuki katub ekspansi, dimana tekanan refrigerant turun drastis ke tingkat yang lebih rendah dan temperatur yang lebih rendah. Refrigerant yang sudah berupa uap bertekanan rendah dan bertemperatur rendah ini kemudian memasuki evaporator untuk didistribusikan keruangan yang dikondisikan. Gambaran skematis siklus refrigerasi termasuk perubahan tekanannya Gambar Komponen-komponen utama pada AC Split 3. Kulkas Di zaman sekarang, lemari es atau kulkas sudah menjadi salah satu kebutuhan yang harus dimiliki setiap masyarakat modern. Kulkas berfungsi untuk menyimpan bahan makanan agar tetap awet dan tidak membusuk. Prinsip Kerja Kulkas Gambar Kulkas Cara kerja lemari es masih berhubungan erat dengan prinsip perpindahan kalor. Sistem kerjanya bermula dari kompresor yang berfungsi sebagai tenaga penggerak. Motor kompresor akan segera berputar dan memberi tekanan pada semua bahan pendingin saat telah dialiri oleh listrik. Bahan pendingin yang berwujud gas apabila diberi tekanan akan menjadi gas yang bertekanan dan bersuhu tinggi. Dengan wujud seperti itu, maka akan mebuat refrigerant mengalir menuju kondensor. Nantinya itu akan disaring oleh filter yang ada. Pada titik kondensasi, gas tersebut akan mengembun dan akan kembali menjadi bentuk cair, Refrigerant cair yang bertekanan tinggi akan terdorong dan akan menuju pipa kapiler. Dengan begitu refrigerant akan segera naik ke evaporator dikarenakan tekanan kapilaritas yang telah dimiliki oleh pipa kapiler itu sendiri. Ketika berada di dalam evaporator, refrigerant cair segera menguap dan wujudnya akan berubah kembali menjadi gas yang memiliki tekanan dan suhu yang rendah. Sebab dari proses tersebut, maka udara yang berada di sekitar evaporator akan memiliki suhu rendah dan akhirnya terkondensasi menjadi bentuk cair. Pada kondisi yang berulang akan memungkinkan udara tersebut akan membeku dan akan menjadi butiran-butiran es. Hal tersebut terjadi pada benda ataupun air yang dengan sengaja diletakkan pada sekitar evaporator. Gambar komponen-komponen pada kulkas Bagian-Bagian Kulkas Secara umum, ada 9 bagian dan komponen utama dalam kulkas yang memiliki fungsi utama masing-masing. 1. Kompresor, merupakan komponen terpenting di dalam kulkas yang berfungsi memompa bahan pendingin ke seluruh bagian kulkas. 2. Kondensor, merupakan alat penukar kalor untuk mengubah wujud gas bahan pendingin pada suhu dan tekanan tinggi menjadi wujud cair. 3. Filter saringan, berguna untuk menyaring kotoran yang mungkin terbawa masuk aliran pendingin setelah proses sirkulasi. 4. Evaporator, berfungsi menyerap panas dari benda yang dimasukkan ke dalam lemari es dan mendinginkannya. 5. Thermostat, berfungsi mengatur kerja kompresor secara otomatis berdasarkan batasan suhu pada tiap komponen kulkas. 6. Heater, berfungsi mencarikan bunga es yang terdapat di dalam evapurator. 7. Fan Motor, berfungsi menghembuskan udara dingin dari evaporator ke seluruh rak dan mendorong udara melalui kondesor dan kompresor. 8. Overload Motor Protector, berfungsi melindungi komponen kelistrikan dari kerusakan akibat arus yang dihasilkan kompresor melebihi normal. 9. Bahan Pendingin Refrigerant, merupakan zat yang mudah diubah wujudnya dari gas menjadi cair, ataupun sebaliknya. Gambar diagram blok kulkas 4. Mesin Water Heater Gas Pemanas air menggunakan gas tanpa tangki penyimpan air yang dipasang di luarruangan. Prinsip kerja pemanas air gas  Ketika kran air dibuka saluran air panas maka mesin pemanas air secara otomatis akan menyala. Hal ini dikarenakan didalam mesin pemanas air tersebut terdapat Gambar Water Heater Gas   sensor yang mendeteksi ketika ada aliran air masuk sehingga secara otomatis akan menyalakan mesin pemanas air, akan tetapi air belum dipanaskan karena tungku dalam mesin pemanas air belum dinyalakan. tidak otomatis menyala Untuk menyalakan pemanas air, tekan tombol pengatur suhu tombol bulat besar kemudian atur suhu sesuai dengan keinginan hangat atau panas    Ketika tombol pengatur suhu ditekan sampai bunyi klik saluran gas elpiji 3 kg akan terbuka dan pemantik api baterai mulai berfungsi sehingga secara otomatis tungku didalam mesin pemanas air pun menyala untuk memanaskan air. Untuk mengatur asupan gas elpiji 3 kg, atur tuas yang berada dibawah tombol besar ke kiri atau ke kanan min atau max. Waktu yang dibutuhkan untuk memanaskan air tidak lama, paling sekitar 4 atau 5 detik setelah itu air panas langsung bisa anda nikmati Komponen pada Water Heater Gas Gambar Komponen Water Heater Gas Gambar Diagram Blok Water Heater Gas 5. Dispenser Prinsip Kerja Mula-mula, air dari galon, yang bersuhu ruang masuk kedalam tangki pemanas. Karena suhunya berada dibawah suhu yang diatur oleh thermostat, maka thermostat akan berada pada posisi on. Arus listrik mengalir ke heater, dan mengubah energi listrik menjadi panas. Heater memanaskan air pada tangki pemanas secara terus menerus, selama suhu air didalam tangki pemanas, masih berada dibawah suhu yang diset pada thermostat. Saat suhu air mencapai shu yang diset pada thermostat, maka thermostat akan memutuskan arus yang mengalir ke heater. Saat suhu air pada tangki pemanas turun, karena panas pada air dalam tangki berpindah ke lingkungan, atau karena air panas dalam tangki diambil dan air dari galon masuk ke tangki pemanas, maka thermostat akan kembali berada pada posis onarus listrik kembali mengalir ke heater, dan memanaskan air yang berada dalam tangki pemanas. Dan siklus ini berulang terus menerus selama saklar power berada posisi on. Fungsi komponen penyusun Dispenser 1. Saklar on/off berfungsi untuk menyalakan Dispenser dan mematikan Dispenser 2. Thermostat 1 berfungsi untuk mengendalikan suhu air di dalam tangki air 3. Thermostat 2 berfungsi untuk mengendalikan suhu air di dalam tangki air 4. Saluran daya utama berfungsi sebagai penyalur daya dari sumber 5. Elemen pemanas berfungsi untuk memanaskan air 6. Saluran air panas berfungsi sebagai tempat menyalurkan air ke dalam tabung pemanas dan red water tap 7. Saluran air normal berfungsi sebagai tempat menyalurkan air ke dalam tabung pendingin atau blue water tap Gambar Komponen Dispenser 8. Pipa pembungan berfungsi sebagai tempat pembungan sisa air yang tidak terpakai JAKARTA, - Saya cukup gemar menyesap segelas kopi di sebuah jaringan gerai kopi terkenal yang sudah mendunia. Soalnya, gerai tersebut juga menyediakan area duduk yang bisa saya manfaatkan untuk bekerja, bertemu teman, membaca buku, hingga sekedar membunuh waktu menunggu keberangkatan pesawat di bandara. Bertransaksi di gerai tersebut dengan uang tunai kadang kurang nyaman, karena kadang uang yang ada di dompet tak cukup untuk membayar minuman dan makanan yang saya ketika kasir menawarkan uang elektronik berupa kartu khusus gerai kopi tersebut, saya langsung tertarik. Dengan uang elektronik tersebut, saya bisa "menyimpan" sejumlah uang di dalamnya dan menggunakannya untuk membayar. Baca juga Sejumlah Perusahaan Besar Ajukan Izin Uang Elektronik, Ini Komentar BI Cara ini sangat membantu, khususnya di tanggal tua ketika keuangan mulai tipis tapi keinginan untuk "ngopi sambil nongkrong" tak terbendung. Apalagi, ada serangkaian promosi menarik khusus pemegang uang elektronik itu. Tak hanya gerai kopi, sejumlah peritel pun menerbitkan uang elektronik serupa yang penggunaannya terbatas hanya untuk pelanggan, seperti peritel mode, department store, bioskop, dan sebagainya. Alat pembayaran semacam itu disebut dengan close loop. Artinya, alat pembayaran ini hanya berlaku untuk membeli produk dan jasa yang disediakan penerbit. Baca juga Sejumlah Perusahaan Besar Ajukan Izin Terbitkan Dompet Elektronik ke BI Bank Indonesia BI selaku otoritas sistem pembayaran close loop untuk memiliki izin. Bank sentral pun tengah mempersiapkan revisi Peraturan Bank Indonesia PBI tentang Uang Elektronik. Rancangan peraturan ini nantinya akan memuat ketentuan penerbitan uang elektronik jenis closed loop yang harus mendapat izin dari bank sentral. Aturan yang direvisi adalah PBI Nomor 16/8/PBI/2014 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/12/PBI/2009 tentang Uang Elektronik Electronic Money. Uang elektronik close loop yang wajib meminta izin akan dilihat dari jumlah pengguna dan nominal transaksinya. Baca juga Dompet Digital Dibekukan, Bukalapak Tunggu Kabar dari BI Selain itu, jika uang elektronik close loop berada di holding dan digunakan untuk semua anak usahanya, nantinya pemilik uang elektronik internal itu juga harus mengajukan izin. Alasannya, bila ditransaksikan dari holding serta anak usahanya bisa memiliki volume transaksi yang tinggi maka diperlukan izin itu untuk perlindungan konsumen. Aturan ini kabarnya akan terbit pada awal 2018. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman mengakui, sejumlah perusahaan tengah mengajukan izin uang elektronik semacam itu. Namun, ia tidak menyebut individu produk atau perusahaan yang dimaksud. "Kami tidak bisa disclose sebutkan individual nama yang ajukan izin," kata Agusman ketika dikonfirmasi Baca juga CEO Tokopedia Optimis BI Bakal Izinkan TokoCash Meskipun demikian, imbuh Agusman, setiap perusahaan penerbit yang mengajukan izin uang elektronik kepada BI akan diproses sesuai dengan ketentuan. Izin pun diberikan setelah melalui proses dan kelengkapan dokumen. "Mereka sedang diproses, intinya begitu," ungkap dia. Kompas TV Untuk memperlancar transaksi non-tunai di jalan tol, Bank Indonesia dan perbankan akan menggratiskan kartu uang elektronik. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Definisi Sistem Kendali Dalam kehidupan sehari-hari, sadar atau tanpa kita sadari kita terus bertemu dengan suatu perangkat atau peralatan yang kerjanya terkendali secara otomatis baik terkendali sebagian maupun seluruhnya, seperti saat mengendarai mobil, saat menggunakan mesin cuci, menggunakan handphone, dan banyak lagi yang lainnya, singkatnya sistem yang digunakan untuk membuat suatu perangkat menjadi terkendali sesuai dengan keinginan manusia ini biasanya disebut sebagai sistem kendalicontrol system. Sistem kendali tidak hanya sistem kendali buatan manusia, tetapi juga banyak sekali sistem kendali yang terjadi secara natural mulai dari elemen terkecil tubuh manusia hingga kompleksitas alam semesta. Seberapa penting manusia memerlukan sistem kendali?, tanpa sistem kendali, apakah mungkin ditemukan mobil dan pesawat terbang, penerbangan ke luar angkasa? Satelit komunikasi? Smartphone? Dan masih banyak hal yang masih bisa dipertanyakan. Sehingga dapat dimengerti seberapa penting dan seberapa signifikan kehadiran bidang ilmu sistem kendali dalam perkembangan kehidupan manusia. Control system What they are? Apa sintem kendali itu? definisi 1. Sistem adalah suatu susunan, set, atau sekumpulan sesuatu yang terhubung atau terkait sedemikian rupa sehingga membentuk sesuatu secara keseluruhan, definisi 2. Sistem adalah susunan komponen fisik yang terhubung atau terkait sedemikian rupa sehingga membentuk atau bertindak sebagai seluruh unit dalam satu kesatuan. Sedangkan kata kontrol atau kendali biasanya diartikan mengatur, mengarahkan, atau perintah. Dari kedua kedua makna kata sistem dan kontrol/kendali, sistem kendali adalah suatu susunan komponen fisik yang terhubung atau terkait sedemikian rupa sehinga dapat memerintah, mengarahkan, atau mengatur diri sendiri atau sistem lain[[1]. Di dalam dunia engineering danscience sistem kendali cenderung dimaksudkan untuk sistem kendali dinamis. Sistem kendali terdiri dari sub-sistem dan proses atau plants yang disusun untuk mendapatkan keluaranoutput dan kinerja yang diinginkan dari input yang diberikan[2]. Gambar 1 di bawah ini menununjukkan blok diagram untuk sistem kendali paling sederhana, sistem kendali membuat sistem dengan input yang diberikan menghasilkan output yang diharapkan. Gambar 1. Deskripsi sederhana sistem kendali[2] Sebagai contoh, misalnya penggunaan elevatorlift, pada saat tombol yang menunjukkan nomor lantai tujuan ditekan, maka elevator akan bergerak naik/turun menuju lantai tujuan tersebut. Tombol bernomor lantai tujuan yang ditekan tersebut merupakan input yang menunjukkan output yang kita inginkan. Sistem ini merupakan fungsi step yang ditunjukkan pada gambar 2, kinerjaelevator dapat dilihat dari kurva elevator response. Gambar 2. Elevator response[2] Dua kinerja utama terukur yang dapat dilihat adalah, pertama, respons transient, kedua, steady-state error. Pada contoh elevator ini, kenyamanan dan waktu yang dibutuhkan untuk sampai pada tujuan pengguna bergantung pada respons transient. Jika respon ini terlalu cepat, kenyamanan penumpang yang dikorbankan, jika terlalu lambat, waktu yang diperlukan juga semakin besar. Steady-state error juga merupakan indikator kinerja yang sangat penting karena keselamatan penumpang dan kenyamanan akan dikorbankan jika output tidak sesuai yang diinginkan. Klasifikasi Sistem Kontrol/Kendali Secara umum, sistem kontrol dapat diklasifikasikan sebagai berikut Sistem Kontrol Manual dan Otomatik Sistem Lingkar Terbuka Open Loop dan Lingkar Tertutup Closed Loop Sistem Kontrol Kontiniu dan Diskrit Menurut sumber penggerak Elektrik, Mekanik, Pneumatik, dan Hidraulik Penjelasan singkat dari jenis-jenis sistem kontrol diatas akan dibahas berikut ini. Sistem Kontrol Manual adalah pengontrolan yang dilakukan oleh manusia yang bertindak sebagai operator, sedangkan Sistem Kontrol Otomatik adalah pengontrolan yang dilakukan oleh peralatan yang bekerja secara otomatis dan operasinya dibawah pengawasan manusia. Sistem Kontrol Manual banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari seperti pada pengaturan suara radio, televisi, cahaya layer televisi, pengaturan aliran air melalui keran, pengendalian kecepatan kendaraan, dan lain-lain. Sedangkan Sistem Kontrol Otomatik banyak ditemui dalam proses industri baik industri proses kimia dan proses otomotif, pengendalian pesawat, pembangkit tenaga listrik dan lain-lain. Sistem Kontrol Lingkar Terbuka Open Loop adalah sistem pengontrolan di mana besaran keluaran tidak memberikan efek terhadap besaran masukan, sehingga variable yang dikontrol tidak dapat dibandingkan terhadap harga yang diinginkan. Sedangkan Sistem Kontrol Lingkar Tertutup Closed Loop adalah sistem pengontrolan dimana besaran keluaran memberikan efek terhadap besaran masukan, sehingga besaran yang dikontrol dapat dibandingkan terhadap harga yang diinginkan. Selanjutnya, perbedaan harga yang terjadi antara besaran yang dikontrol dengan harga yang diinginkan digunakan sebagai koreksi yang merupakan sasaran pengontrolan. Sistem Kendali Terbuka Open Loop Dan Sistem Kendali Tertutup Close Loop Sistem Kendali terbuka Open Loop Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa sistem kontrol loop terbuka adalah suatu sistem yang keluarannya tidak mempunyai pengaruh terhadap aksi kontrol. Artinya, sistem kontrol terbuka keluarannya tidak dapat digunakan sebagai umpan balik dalam masukkan. Gambar 3. Sistem Kontrol Loop Terbuka Dalam suatu sistem kontrol terbuka, keluaran tidak dapat dibandingkan dengan masukan acuan. Jadi, untuk setiap masukan acuan berhubungan dengan operasi tertentu, sebagai akibat ketetapan dari sistem tergantung kalibrasi. Dengan adanya gangguan, sistem control terbuka tidak dapat melaksanakan tugas yang sesuai diharapkan. Sistem kontrol terbuka dapat digunakan hanya jika hubungan antara masukan dan keluaran diketahui dan tidak terdapat gangguan internal maupun eksternal. Ciri – Ciri Sistem Kontrol Loop Terbuka Sederhana Harganya murah Dapat dipercaya Kurang akurat karena tidak terdapat koreksi terhadap kesalahan Berbasis waktu Contoh Aplikasi Sistem Loop Terbuka Pengontrol lalu lintas berbasis waktu Mesin cuci Oven listrik Tangga berjalan Rolling detector pada bandara Sistem Kontrol Tertutup Close Loop Sistem Kontrol loop tertutup adalah sistem kontrol yang sinyal keluarannya mempunyai pengaruh langsung pada aksi pengontrolan. Sistem kontrol loop tetrtutup juga merupakan sistem control berumpan balik. Sinyal kesalahan penggerak, yang merupakan selisih antara sinyal masukan dan sinyal umpan balik yang dapat berupa sinyal keluaran atau suatu fungsi sinyal keluaran atau turunannya. Diumpankan ke kontroler untuk memperkecil kesalahan dan membuat agar keluaran sistem mendekati harga yang diinginkan. Dengan kata lain, istilah “loop tertutup” berarti menggunakan aksi umpan balik untuk memperkecil kesalahan sistem. Gambar 4. Sistem Loop Tertutup Gambar diatas menunjukan hubungan masukan dan keluaran dari sistem kontrol loop tertutup. Jika dalam hal ini manusia bekerja sebagai operator, maka manusia ini akan menjaga sistem agar tetap pada keadaan yang diinginkan, ketika terjadi perubahan pada sistem maka manusia akan melakukan langkah-langkah awal pengaturan sehingga sistem kembali bekerja pada keadaan yang diinginkan. Berikut ini adalah komponen pada sistem kendali tertutup Input masukan, merupakan rangsangan yang diberikan pada sistem kontrol, merupakan harga yang diinginkan bagi variabel yang dikontrol selama pengontrolan. Harga ini tidak tergantung pada keluaran sistem Output keluaran,respons, merupakan tanggapan pada sistem kontrol, merupakan harga yang akan dipertahankan bagi variabel yang dikontrol, dan merupakan harga yang ditunjukan oleh alat pencatat Beban/Plant, merupakan sistem fisis yang akan dikontrol misalnya mekanis, elektris, hidraulik ataupun pneumatic . Alat kontrol/controller, merupakan peralatan/ rangkaian untuk mengontrol beban sistem. Alat ini bisa digabung dengan penguat Elemen Umpan Balik, menunjukan/mengembalikan hasil pencatan ke detector sehingga bisa dibandingkan terhadap harga yang diinginkan di stel Error Detector alat deteksi kesalahan, merupakan alat pendeteksi kesalahan yang menunjukan selisih antara input masukan dan respons melalui umpan balik feedback path Gangguan merupakan sinyal-sinyal tambahan yang tidak diinginkan. Gangguan ini cenderung mengakibatkan harga keluaran berbeda dengan harga masukanya, gangguan ini biasanya disebabkan oleh perubahan beban sistem, misalnya adanya perubahan kondisi lingkungan, getaran ataupun yang lain. Contoh aplikasi sistem kendali tertutup Servomekanisme Sistem pengontrol proses Lemari Es Pemanas Air Otomatik Kendali Termostatik AC Contoh Aplikasi Sistem Kendali Terbuka Open Loop dan Close Loop Aplikasi Sistem Kendali Terbuka Open Loop Pada Mesin Cuci Penggilingan pakaian, pemberian sabun, dan pengeringan yang bekerja sebagai operasi mesin cuci tidak akan berubah hanya sesuai dengan yang diinginkan seperti semula walaupun tingkat kebersihan pakaian sebagai keluaran sistem kurang baik akibat adanya factor-faktor yang kemungkinan tidak di prediksi sebelumnya. Gambar 5. Operasi Mesin Cuci Aplikasi Sistem Kendali Tertutup Close Loop pada Pendingin Udara Ac Masukan dari sistem AC adalah derajat suhu yang diinginkan oleh pemakai. Keluaranya berupa udara dingin yang akan mempengaruhi suhu ruangan sehingga suhu ruangan diharpakan akan sama dengan suhu yang diinginkan. Dengan memberikan umpan balik berupa derajat suhu ruangan setelah diberikan aksi udara dingin, maka akan didapatkan kesalahan errordari derajat suhu actual dengan derajat suhu yang diinginkan. Adanya keslahan ini membuat kontroler berusaha memperbaikinya, sehingga didapatkankesalahan yang semakin mengecil. Gambar 6. Proses Umpan Balik Pendingin Udara Referensi Agustian, Indra. 2013. Definisi Sistem Kendali. 04 juni. Diakses Februari 10, 2015. Thalib, Muhamad Fadhlan. 2014. Sistem Kontrol Loop Terbuka dan Tertutup. 10 Juni. Diakses Februari 10, 2015.

contoh aplikasi close loop