masihmenggunakan mobil pribadi sebanyak 2.309.253 orang dan yang beralif menggunakan C. Pilihan Moda Ketika ERP di Berlakukan transportasi umum sebanyak 2.139.767 orang Untuk mengatasi kemacetan di Jakarta, sistem dengan jumlah pekerja yang ada di Jakarta ERP merupakan salah satu alternatif yang akan sebanyak 165.000 orang.
Jadikeberadaan transportasi online adalah mensupport transportasi umum karena memang yang dibutuhkan adalah integrasi. Di sinilah potensi untuk mengurangi emisi atau menciptakan net zero emission di masa depan akan bisa terwujud," tutur Zudhy. Pendapat senada juga diungkapkan pemerhati transportasi Perkotaan ITB I Gusti Ayu Andani.
3masyarakat menggunakan transportasi umum untuk mengurangi kemacetan di jalan. interaksi manusia dan lingkungannya ini biasanya terjadi di daerah - 38210187 zezejepana zezejepana 07.02.2021 IPS Sekolah Dasar terjawab 3.masyarakat menggunakan transportasi umum untuk mengurangi kemacetan di jalan. interaksi manusia dan lingkungannya ini biasanya
penyelenggaraanlalu lintas dan angkutan jalan di Provinsi DKI Jakarta belum mampu mewujudkan tujuan tersebut. Beragam masalah transportasi di kota Jakarta, antara lain: kemacetan lalu lintas, pelayanan dan kondisi angkutan umum yang masih belum memenuhi harapan masyarakat, masalah tarif angkutan umum yang seringkali kontradiktif,
Halitu dapat dikatakan untuk mengurangi potensi penularan Covid-19. mobilitas masyarakat di tengah wabah covid-19 hanya ada dua, menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi. Tulisan ini akan berfokus pada isu mobilitas masyarakat mengenai kebijakan pembukaan kembali moda transportasi di Negara Indonesia.
ISSN: 2337-3067 E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana 7.5 (2018): 1407-1436 Optimalisasi Aksesibilitas Sebagai Percepatan Pembangunan : Studi Kasus Penataan Jalan di Kabupaten Pangandaran Bayu Kharisma1, Wulan Agustina Triwardani2 Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Padjadjaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bekasi Abstrak Penelitian ini
Masyarakatmenggunakan transportasi umum untuk mengurangi kemacetan di jalan. Interaksi manusia dan lingkungannya ini biasanya terjadi di daerah Masyarakat menggunakan transportasi umum untuk men FI. Febrian I. 25 Februari 2022 04:28. Pertanyaan. Masyarakat menggunakan transportasi umum untuk mengurangi kemacetan di jalan. Interaksi
E4H1. _Presiden Jokowi meminta para kepala daerah menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah APBD untuk menahan laju insflasi akibat penyesuaian harga bahan bakar minyak BBM_ _Pemerintah dengan Pak Gubernur dengan Bupati dan Wali Kota juga bergerak, *ongkos transportasi*, barang-barang yang mengalami kenaikan itu *ditutup dari APBD*, Ini juga akan mengurangi kenaikan harga barang dan jasa Balikpapan, Kalimantan Timur, 25/10,2022_ Modal share angkutan umum banyak kota di manca negara, seperti Singapura, Tokyo, Hongkong, Seoul, Beijing sudah di atas 50 persen. Bahkan di Kuala Lumpur dan Bangkok kisaran 20 persen – 50 persen. Sementra kota di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang, Surabaya, Denpasar, Makassar kurang dari 20 persen. Belum lagi banyak kota di Indonesia yang sudah tidak ada lagi layanan transportasi umum. Yang masih tersisa dengan armada bus yang bagus di Indonesia adalah transportasi umum antar kota antar provinsi. Kerugian ekonomi akibat kemacetan di Jakarta Rp 65 triliun per tahun. Kota Semarang, Surabaya, Bandung, Medan, Makassar sudah mencapai Rp 12 trilun per tahun sudah melebihi APBD kotanya. Tapi upaya untuk mengembalikan layanan transportasi umum masih belum memberikan hasil yang maksimal. Berdasarkan data Kementerian ESDM tahun 2012, alokasi BBM terbesar digunakan terbanyak oleh kendaraan pribadi 53 persen mobil dan 40m persen sepeda motor dan angkutan barant 4 presen. Sisanya 3 persen digunakan oleh transportasi umum. Negara ini perlu melakukan penghematan BBM, lantaran sekarang 50 persen lebih BBM sudah impor. Satu-satunya yang dapat dilakukan itu adalah *memperbanyak layanan transportasi umum di seluruh pelosok negeri*. Agar penggunaan BBM lebih hemat dan subsidi BBM dari APBN berkuang. Penyediaan transportasi umum perkotaan berdasarkan amanah Pasal 158 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, menyebutkan pemerintah menjamin ketersediaan angkutan massal berbasis jalan untuk memenuhi kebutuhan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum di kawasan perkotaan. Diperkuat dengan Peraturan Menteri Nomor 9 tahun 2020 tentang Pemberian Subsidi Angkutan Penumpang Umum Perkotaan. Program _Buy the Service_ dilakukan dengan *membeli layanan* dari *operator* mensubsidi 100 persen biaya operasional kendaraan dengan standar pelayanan minimal yang ditetapkan. Pemerintah menjadi penanggung resiko penyediaan layanan angkutan dikarenakan tingginya Biaya Operasional Angkutan Massal. Pemerintah memberikan lisensi pelaksanaan pelayanan kepada operator yang memenuhi *Standar Pelayanan Minimal* Sejak 2022, ada *11 kota* yang sudah menerima bantuan penyelenggaraan transportasi umum perkotaan. Sebanyak 10 kota Program Teman Bus disubsidi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan 1 kota oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek BPTJ. Sepuluh kota Medan. Palembang, Bandung, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Banjarmasin, Denpasar, dan Makassar itu memiliki 48 koridor dilayani 741 armada bus dan 111 armada angkutan pengumpan _feeder_. Program Bis Kita untuk Trans Pakuan di Kota Bogor disubsidi melalui BPTJ memiliki 4 koridor dengan 49 armada bus. Saat ini, sudah ada *11 pemda* yang sudah mandiri mengelola transportasi umumnya, seperti Trans Koetaradja APBD Prov. Aceh, Trans Padang APBD Kota Padang, Trans Metro Pekanbaru APBD Kota Pekanbaru, Tayo APBD Kota Tangerang, Trans Semarang APBD Kota Semarang, Trans Jateng APBD Prov. Jateng, Trans Jogja APBD Prov. DIY, Trans Jatim APBD Prov. Jatim, Surabaya Bus APBD Kota Surabaya, Trans Banjarmasin APBD Kota Banjarmasin, Trans Banjarbakula APBD Prov. Kalsel. Pemkot. Palembang pernah memberikan subsidi untuk Trans Musi, namun sejak tahun 2022 dihentikan. Alokasi anggaran subsidi untuk program ini melalui Dirjenhubdat dimulai tahun 2020 untuk 5 kota Medan, Palembang, Yogyakarta, Surakarta dan Denpasar sebesar *Rp 56,9 miliar*, tahun 2021 untuk 10 kota sebesar *Rp 292,7 miliar*, tahun 2022 *Rp 550 miliar* dan tahun 2023 *Rp 625,7 miliar*. *Hasil evaluasi*Setelah hampir tiga tahun beroperasi, Direktorat Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan transportasi perkotaan di 10 kota. *Pertama*, jumlah penumpang Program Teman Bus di 10 kota dengan skema _buy the service_ BTS mengalami tren peningkatan. Adanya _modal shifting_ dari pengguna kendaraan pribadi roda 2 atau 4 untuk berpindah menggunakan BTS. Ada potensi peningkatan okupansi dan perbaikan kualitas layanan BTS. Sebanyak *62 persen penumpangnya beralih dari sepeda motor ke Bus BTS*. *Kedua*, kehadiran insfrastruktur utama dan pendukung. Infrastruktur pendukung BTS di daerah masih belum memadai, seperti akses trotoar dan halte. Desain halte belum memberikan kemudahan untuk akses; dan rambu _bus stop_/penanda pemberhentian bus tidak terlihat/terpasang. *Ketiga*, layanan BTS. Rute yang dipilih masih belum sesuai _demand_. Masih ada trayek BTS Teman Bus berhimpitan dengan trayek angkutan umum eksisting dan konflik dengan operator eksisting di beberapa kota/provinsi yang dilayani BTS masih terjadi. Pada kondisi jam puncak _peak hour_ sebagian besar rencana _headway_ dan _on time performance_ tidak terpenuhi akibat kemacetan lalu lintas, parkir di badan jalan.
New Delhi - Sekelompok lima pengusaha dari Kashmir berhasil mengembangkan frekuensi radio yang inovatif yaitu prototipe sistem peringatan transmisi RF untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di jalan raya utama dan persimpangan sibuk di sejumlah wilayah. Sistem ini dirancang khusus untuk kendaraan darurat seperti ambulans dan pemadam kebakaran, bertujuan untuk memastikan navigasi berjalan mulus melalui kemacetan lalu lintas, memastikan waktu respons yang cepat, dan perjalanan yang aman. Kocak, Mobil Tentara India Bisa Dibongkar Pasang Hanya dalam Waktu Dua Menit Orang di India dan Pakistan Dievakuasi Jelang Kedatangan Topan Biparjoy Mulai 11 Agustus 2023, Bandara Kualanamu Layani Penerbangan Internasional ke Chennai Tim inovator terdiri dari Manan Sajad Malik, Farhana Fayaz Batoo dan Mueed Ahmad Chishti, dikutip dari laman Jumat 8/6/2023. Manan Sajad Malik, saat berinteraksi dengan media lokal, menekankan masalah kemacetan lalu lintas perkotaan kian berkembang dan keterbatasan langkah-langkah soal pengendalian lalu lintas. “Meningkatnya jumlah kendaraan dan kurangnya perluasan jalan berkontribusi terhadap kemacetan lalu lintas yang parah, terutama berdampak pada transportasi kendaraan darurat,” jelasnya. Malik menunjukkan tantangan yang dihadapi di negara-negara seperti India dan Thailand, di mana dimensi jalan yang tidak praktis dalam mengalokasikan jalur terpisah untuk kendaraan darurat. "Kemacetan merupakan masalah yang signifikan bagi sistem transportasi, terutama ketika kasus darurat muncul di persimpangan lampu lalu lintas yang ramai," katanya. Untuk mengatasi tantangan ini, tim mengembangkan sistem kendali kemacetan yang aktif setelah menerima sinyal dari sebuah alat melalui transmisi RF. Sistem ini menggunakan mikrokontroler untuk membuat pengumuman yang ditampilkan pada layar LCD yang terpasang pada Tito Karnavian akan memberlakukan sistem one way dan contra flow dalam arus mudik tahun ini. Trik ini bersifat dinamis dan situasional tergantung penumpukan yang Kerja Sistem Frekuensi RadioIlustrasi Penyebab Kemacetan Lalu Lintas Credit bersamaan, lalu lintas dialihkan dari jalan alternatif, menyediakan jalur yang jelas untuk kendaraan darurat dan memastikan jalan yang aman. “Sistem ini dirancang untuk mengurangi kecelakaan yang sering terjadi di persimpangan lampu lalu lintas saat kendaraan berkumpul untuk memberi jalan bagi kendaraan lain. Dengan mengimplementasikan komunikasi nirkabel, khususnya transmisi RF, ke dalam sistem kontrol lampu lalu lintas, kami telah mencapai keberhasilan dalam memfasilitasi penggerak mobil ambulans," kata Malik. Tujuan utama proyek ini adalah untuk membuat sistem komprehensif yang mampu membuat pengumuman dan menampilkannya di layar LCD yang ditempatkan di persimpangan. Sistem akan memberi pengumuman dan menyalakan lampu hijau untuk rute yang ditentukan sambil menampilkan lampu merah untuk rute lain di persimpangan. Menjelaskan detail teknisnya, Malik memaparkan proposal mereka untuk mendeteksi ambulans yang mendekati persimpangan dengan membuat pengumuman terlebih Sinyal ke MasyarakatKemacetan Ibukota sudah tak bisa lagi dihindari. Apalagi pada pagi dan sore hari menjelang jam pulang kantor. Kondisi jalanan yang semakin ramai, membuat banyak masyarakat memilih kendaraan roda dua atau sepeda ini didasarkan pada Radio Modul frekuensi, dengan penerima ditempatkan di titik persimpangan dan terhubung ke pengeras suara, layar LCD, dan lampu sinyal hijau dan merah. Pemancar diposisikan 1 kilometer jauhnya dari persimpangan dan terhubung ke pembaca RF lalu mendeteksi chip yang dipasang ambulans. Setelah ambulans memasuki jarak 1 kilometer dari persimpangan, penerima RF mendeteksi chip dan secara nirkabel memberi sinyal titik persimpangan melalui modul RF. Sistem yang dikembangkan oleh para inovator ini dapat diterapkan pada berbagai kendaraan darurat, termasuk kendaraan pemadam kebakaran, layanan esensial, konvoi VIP, dan delegasi. Prototipe yang berfungsi penuh siap untuk diterapkan dan dapat digabungkan dengan mulus ke dalam Proyek Kota Cerdas Srinagar. Perlu disebutkan bahwa kelompok inovator yang sama sebelumnya telah menemukan metode untuk mendeteksi dan ventilasi karbon monoksida dari ruang tertutup. Aplikasi potensial gadget diperluas untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa di tempat-tempat seperti tambang batu bara dan terowongan, di mana peningkatan kadar karbon monoksida menimbulkan risiko yang signifikan. Prototipe sistem peringatan transmisi RF mereka menjadi bukti kekuatan kecerdikan lokal dan potensi teknologi untuk mengatasi tantangan kritis yang dihadapi Adu Kekuatan Tempur Pakistan Vs India. Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
PertanyaanMasyarakat menggunakan transportasi umum untuk mengurangi kemacetan di jalan. lnteraksi manusia dan lingkungannya ini biasanya terjadi di daerah ______________________Masyarakat menggunakan transportasi umum untuk mengurangi kemacetan di jalan. lnteraksi manusia dan lingkungannya ini biasanya terjadi di daerah ______________________SAMahasiswa/Alumni Universitas Negeri JakartaPembahasanperkotaan karena di kota banyak terdapat kendaraan seperti mobil, motor dan aktifitas di kota sangat banyak dan berjalan dengan cepat sehingga sering terjadi kemacetan, untuk mengurangi kemacetan salah satunya adalah mengurangi penggunaan kendaran pribadi denganmenggunakan transportasi karena di kota banyak terdapat kendaraan seperti mobil, motor dan aktifitas di kota sangat banyak dan berjalan dengan cepat sehingga sering terjadi kemacetan, untuk mengurangi kemacetan salah satunya adalah mengurangi penggunaan kendaran pribadi dengan menggunakan transportasi pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!401FIFebrian Iniesta SPembahasan lengkap banget Ini yang aku cari! Mudah dimengerti Bantu banget Makasih ❤️ Thank you so much
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Inovasi Pembangunan merupakan upaya menciptakan cara, proses sesuatu hal baru yang memberikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat dengan cara menekankan lingkungan yang bersih, penghijauan dan reboisasi serta lingkungan yang sehat disekitar dan dimanapun. Tidak bisa dipungkiri bahwa kemajuan teknologi telah mendorong lahirnya berbagai inovasi, yang sering kita sebut dengan inovasi berbasis teknologi. Pertumbuhan pembangunan perlu digerakkan oleh strategi yang tidak saja semakin efisien, namun mengedepankan inovasi dengan mendayagunakan sumber daya alam disekitar. Menciptakan teknologi tenaga Surya sebagai sumber pencahayaan lampu-lampu yang ada di jalan raya, taman dan fasilitas umum yang ada agar menghemat tenaga listrik PLTA. Inovasi Pembangunan harus terus dibentuk dan ditingkatkan untuk menjadi fondasi pembangunan yang maju, dengan mengedepankan pembangunan yang bersih, asri dan sehat. Selain itu teknologi seperti bank sampah untuk mengurangi pembuangan sampah secara sembarangan, agar masyarakat menjadi tertarik untuk tidak membuang sampah secara sembarangan untuk menghindari bencana banjir dan membuat lingkungan menjadi sehat bebas dari penyakit seperti demam berdarah. Genangan air yang terdapat pada tumpukan sampah menyebabkan jentik-jentik nyamuk berkembang dan membuat orang-orang disekitar terkena demam berdarah, jadi kesadaran masyarakat sangat perlu ditingkatkan untuk mencapai lingkungan yang bersih bebas mahasiswa saya ingin berkontribusi dalam pengembangan pembangunan yang inovasi berbasis teknologi yang hijau, bersih dan asri di era teknologi yang canggih. Investasi pada riset dan Inovasi merupakan modal penting bagi Indonesia untuk menjadi negara maju. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan ekosistem riset dan Inovasi teknologi pembangunan yang bersih, hijau, asri dan sehat. Dengan adanya penghijauan yang asri membuat lingkungan menjadi sehat. Fasilitas umum seperti bus untuk pengguna umum juga bisa mengurangi polusi udara dan kemacetan. Selain itu masyarakat sekitar juga perlu sadar dan ikut serta menjaga, agar apa yang ada seperti fasilitas yang sudah diberikan tetap berjalan dengan baik. Pertama saya ingin, memanfaatkan sumberdaya alam yang ada seperti pariwisata alam, untuk meningkatkan pembangunan berkelanjutan dengan mengusung tema hijau, asri dan sehat, untuk meningkatkan kualitas ekonomi dan pembangunan. Adanya pariwisata yang berkembang dapat membantu Indonesia untuk maju. Adanya Inovasi pemanfaatan ruang terbuka hijau membuat lingkungan menjadi lebih sehat dan bersih serta bebas polusi udara dan aman untuk kesehatan serta indah dipandang. Dari sini membuat seseorang terdorong untuk mengunjungi tempat atau daerah yang hijau berish dan sehat dan bisa menjadi contoh untuk yang lain, sehingga pemerintah tertarik untuk menerapkannya diberbagai daerah dan kota yang ada di setiap provinsi. Selain itu, pemerintah daerah bisa mendorong inovasi dan pengembangan sektor ekonomi hijau, seperti pertanian organik dan pengolahan limbah organik sebagai kompos alami, untuk menjaga tanah tercemar dari bahan kimia dan membantu unsur hara. Sehingga mendorong masyarakat untuk menggunakan kompos alami untuk memupuk tanamannya untuk mengurangi pencemaran pada tanah. Adanya penghijauan membuat Indonesia mengurangi pemanasan global dari akibat polusi udara dan lain saya akan mengembangkan penanaman kembali yaitu reboisasi atau penghijauan untuk daerah-daerah yang kurang penghijauan dan membuat hutan buatan di kota. Selain itu Indonesia membutuhkan peran pemerintah dan kita semua untuk menciptakan teknologi penghijauan di lingkungan secara global, agar kita semua pulih dari polusi udara. Adanya penghijauan merupakan sarana untuk melestarikan lingkungan dan membudidayakan tanaman yang langka agar tetap terjaga dan dilindungi, untuk membuat lingkungan kembali asri dan sehat tanpa adanya pencemaran, dengan adanya penghijauan akan menurunkan suhu disuatu tempat. Banyaknya oksigen yang dikeluarkan tumbuhan akan membuat lingkungan lebih segar, teduh, nyaman dan asri untuk bumi Pertiwi tercinta. Pemanfaatan kecerdasan dalam inovasi buatan untuk mendukung upaya penghijauan perkotaan dan pemanfaatan teknologi dalam pendataan pohon diperkotaan dan taman-taman yang ada di kota. Pemberdayaan relawan untuk membantu dan melestarikan penghijauan dikota sangat dibutuhkan serta peran masyarakat untuk membantu menjaga, karena masyarakatlah yang akan menikmati berfokus pada penghijauan dan tenaga surya, saya juga ingin menerapkan ide-ide yang sudah Saya pikirkan. Seperti mengembangkan fasilitas-fasilitas umum seperti transportasi umum untuk penyandang disabilitas, karena selama ini belum sepenuhnya mereka mendapatkan hak mengakses aksebilitas. Selanjutnya mengedepankan pembangunan, perumahan, gedung, apartemen dan bangunan lainnya di masa depan harus menerapkan konsep bangunan hijau green building. Mengajak masyarakat menerapkan program untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, hijau, asri dan sehat, dengan menggunakan energi yang seminimal mungkin, memanfaatkan ruang alam, menggunakan energi yang dapat diperbaharui, menggunakan bahan-bahan yang bersifat ramah lingkungan. Saya berharap semoga dengan ide saya ini bisa menjadi referensi untuk menuju pembangunan yang hijau, bersih, asri dan sehat. Adanya pepohonan membantu kita untuk lebih tenang, nyaman dan dari itu Inovasi pembangunan yang "bersih, hijau, asri dan sehat" dibumi Pertiwi, dengan mengedepankan hutan aboretum untuk melestarikan alam serta mengembangkan teknologi inovasi Pembangunan yang mengedepankan green building. Sebagai generasi yang unggul, saya ingin berkontribusi mewujudkan Indonesia maju 2030 melalui pemberdayaan sumber daya alam sebagai kunci utamanya. Tenaga Surya yang dapat diperbaharui sangat dibutuhkan dimasa depan, dengan ini saya akan mengembangkan bioetanol yang bisa Kita dapatkan dari alam. Selanjutnya dengan pembangunan yang hijau kita dapat mendapatkan banyak manfaat, seperti udara yang sejuk, sehat dan segar serta pemandangan yang indah. Saya berharap dengan tekad yang positif ini bisa terwujudkam dan terlaksana, dengan kerja keras, doa, dan ketekunan, saya akan berusaha mewujudkan ide saya, untuk keberlangsungan kehidupan semua masyarakat, agar hidup dilingkungan yang sehat. Memberikan hukuman yang berat bagi pelaku penebangan liar, agar tidak menebang pohon secara liar. Pohon merupakan oksigen bagi kita, jadi wajib bagi kita untuk menjaga dan menyayangi bumi Pertiwi kita ini. Harapannya semoga Indonesia bisa pulih kembali dari polusi udara. Saya akan memaksimalkan usaha saya sehingga upaya yang Saya lakukan bisa saya kembalikan pada negara melalui kontribusi positif dalam lingkup inovasi Pembangunan berkelanjutan di masa depan. Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
› Riset›Kombinasi Kebijakan untuk... Selain meningkatkan layanan sarana-prasarana transportasi umum, juga diperlukan sejumlah kebijakan yang mengatur pembatasan penggunaan kendaraan pribadi untuk mengurai kemacetan di wilayah Ibu Kota. Oleh Debora Laksmi Indraswari 6 menit baca KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOSuasana kemacetan lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat 10/3/2023. Kemacetan dan kepadatan lalu lintas hampir selalu menjadi pemandangan rutin di sejumlah titik ruas jalanan di Jakarta setiap menjelang akhir pekan. Peningkatan penjualan kendaraan menjadi salah satu penyebab kondisi tersebut. Jakarta menempati posisi ke-29 kota dengan tingkat kemacetan tinggi di dunia. Mengombinasikan sejumlah kebijakan menjadi strategi komprehensif untuk mengatasi kemacetan di Jakarta yang terus meningkat. Penyediaan sarana dan prasana transportasi umum menjadi solusi sangat penting untuk mengatasi kepadatan kendaraan. Di luar itu, dibutuhkan solusi kebijakan lainnya agar penggunaan kendaraan bermotor pribadi dapat pusat pemerintahan dan ekonomi nasional, Jakarta dan wilayah di sekitarnya harus menanggung kemacetan sebagai konsekuensi. Besarnya arus urbanisasi ke kawasan Jabodetabek membuat wilayah Ibu Kota dan sekitarnya identik dengan mobilitas masyarakat yang tinggi dan juga lalu lintas yang semrawut. Fenomena ini menuntut wilayah greater Jakarta untuk terus membenahi sistem transportasi dan manajemen lalu lintasnya menjadi lebih baik seiring dengan pesatnya jumlah penduduk dan unit kendaraan. Pada tahun 2010, data Jabodetabek Urban Transportation Policy Integration I JUTPI I menyebutkan, total perjalanan di area Jabodetabek sudah mencapai 45 juta perjalanan per hari. Mayoritas 19,4 juta perjalanan berada di dalam wilayah Jakarta. Sementara itu, pada tahun 2018, data JUTPI II menunjukkan jumlah perjalanan telah menembus 88 juta perjalanan per hari. Arus mobilitas masih berpusat di dalam wilayah Jakarta dengan jumlah pergerakan 31,2 juta arus mobilitas tersebut kian diperparah dengan penggunaan kendaraan pribadi yang semakin bertambah. Menurut data BPS tahun 2019, sebanyak 73,3 persen komuter Jabodetabek menggunakan kendaraan pribadi untuk bepergian. Kondisi ini jauh berbeda dengan tahun 2004 ketika penggunaan transportasi pribadi oleh para komuter hanya sebesar 21,8 persen. Artinya, untuk perjalanan ulang-alik dari rumah ke tempat aktivitas setiap hari di wilayah Ibu Kota, masyarakat semakin memilih kendaraan pribadi sebagai sarana transportasi. Akibatnya, ruas-ruas jalan kian sesak dan padat sehingga titik-titik kemacetan kian kondisi tersebut, pemerintah mendorong pelaku perjalanan untuk berpindah moda transportasi dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Sejumlah sarana dan prasarana mulai dari jaringan transportasi umum, fasilitas pendukung, hingga infrastruktur kendaraan umum di Jabodetabek ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya. Tujuannya, agar masyarakat mau beralih sehingga mengurangi beban padatnya lalu juga Pembangunan Berorientasi Transit Butuh Perubahan PerilakuTransportasi publikSejauh ini, salah satu strategi mengurangi kemacetan yang paling digaungkan pemerintah adalah dengan meningkatkan jangkauan dan ketersediaan transportasi publik. Transportasi umum dirasa lebih efektif dan efisien karena satu unit kendaraan atau satu rangkaian moda transportasi dapat mengangkut pelaku perjalanan dalam jumlah banyak. Moda transportasi berbasis jalan raya dan rel kereta akan terus dioptimalkan pemanfaatannya sebagai solusi mengatasi kemacetan Ibu dari PT Kereta Commuter Indonesia pada 2022 menyebutkan jumlah penumpang KRL mencapai 215,1 juta orang. Dengan jumlah tersebut, rata-rata penumpang per hari orang yang diangkut oleh 109 rangkaian KRL dengan gerbong kereta komuter, transportasi publik berbasis rel berikutnya yang diterapkan di Ibu Kota adalah MRT. Pada tahun 2022, kereta MRT mampu mengangkut lebih dari 19,7 juta orang atau sekitar orang lain yang juga menjadi andalan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas warga Jabodetabek adalah bus Transjakarta. Pada tahun 2021, dengan bus, Transjakarta telah membawa 123,8 juta penumpang. Untuk kian mengoptimalkan moda angkutan berbasis jalan raya ini, pemerintah daerah juga berupaya mengintegrasikannya dengan angkutan umum lainnya di Jabodetabek agar kian efektif mengurangi kepadatan kendaraan di beragam pilihan moda transportasi umum itu setidaknya menjadi alternatif bagi pelaku perjalanan, khususnya komuter, untuk bepergian sehari-hari. Pengguna kendaraan pribadi tidak lagi harus menempuh perjalanan dari tempat tinggal hingga ke lokasi aktivitas. Dengan adanya KRL atau MRT, misalnya, pelaku perjalanan hanya menggunakan kendaraan pribadi dari tempat tinggal ke menitipkan kendaraan, pelaku perjalanan dapat menggunakan moda KRL atau MRT hingga ke stasiun yang lokasinya terdekat dengan tujuan akhir. Berikutnya, komuter dapat melanjutkan perjalanan dengan angkutan umum lain, seperti bus adanya transportasi umum khususnya yang berbasis rel, peranannya sangat besar dalam membantu menyeimbangkan antara kebutuhan mobilitas dan prasarana jalan yang terbatas. Transportasi umum berkapasitas besar seperti KRL dan MRT dapat menampung lebih banyak pelaku perjalanan dalam sekali ARIYANTO NUGROHOSuasana antrean untuk naik KRL di Stasiun Bogor, Kota Bogor, Senin 6/7/2020 pagi. Penumpang harus mengantre sekitar dua jam untuk masuk peron stasiun. Upaya bantuan bus pengangkut penumpang KRL tidak bisa jadi solusi karena perbandingan kapasitas penumpang antara KRL dan bus yang berbeda jauh. Baca juga Tantangan Mengurangi Dominasi Kendaraan PribadiPada tahun 2022, misalnya, tercatat ada 11,8 juta orang yang mengakses KRL dari Stasiun Bogor. Jika dirata-rata, dalam sehari ada penumpang KRL dari Stasiun Bogor menuju daerah lain. Hal ini bisa diasumsikan jalan raya sepanjang relasi lintasan Bogor terhindarkan dari mobilitas orang per hari yang menggunakan kendaraan pribadi. Seandainya seluruh penumpang kereta komuter itu memilih menggunakan mobil yang berisi empat orang, beban jalan raya dari Bogor menuju arah Ibu Kota akan bertambah sekitar mobil strategiSayangnya, ketersediaan berbagai pilihan transportasi umum tersebut ternyata belum mampu menjadi solusi dalam mengurai kemacetan Ibu Kota. Indikasinya terlihat dari kemacetan yang tidak kunjung menurun meskipun ketersediaan dan jangkauan transportasi publik di Jakarta terus meningkat. Ironisnya, bertambahnya sarana transportasi umum itu juga disertai dengan penambahan jumlah kendaraan pribadi di jalanan. Alhasil, kemacetan masih menjadi rutinitas keseharian dan bahkan intensitasnya kian bertambah meningkatkan ketersediaan dan pelayanan transportasi umum itu tidaklah cukup dalam mengatasi kemacetan Ibu Kota. Sebaiknya juga harus disertai dengan pengurangan penggunaan kendaraan pribadi oleh masyarakat. Hal ini justru dirasa sangat krusial karena infrastruktur jalan yang tersedia di wilayah Jakarta dan sekitarnya sudah melebihi kapasitas dan hampir tidak mungkin ditambah lagi daya sebab itu, perlu ada kombinasi kebijakan pendukung lainnya agar menghasilkan solusi yang optimal dalam mengatasi kemacetan. Salah satu alternatif kebijakan yang dapat dilakukan dengan segala keterbatasan yang dihadapi pemerintah saat ini adalah dengan menggunakan pendekatan Transportation Demand Management TDM. Ciri khusus pendekatan TDM adalah menerapkan kebijakan ataupun program yang membatasi penggunaan kendaraan bermotor dalam sistem lalu lintas jalan tersebut relatif cocok bagi kota-kota besar yang sulit mengatasi kemacetan dengan menyediakan infrastruktur jalan karena ketersediaan lahan yang terbatas. Untuk itu, diterapkanlah cara lain melalui mekanisme modifikasi permintaan atas transportasi dengan memengaruhi pilihan pelaku perjalanan dalam hal moda, rute, dan waktu sejumlah negara, seperti Swedia dan Singapura, pendekatan itu cukup ampuh dalam mengurangi kemacetan terutama di kota-kota besar. Jakarta sebagai salah satu kota metropolitan yang relatif kesulitan membangun infrastruktur dengan pendekatan supply side, maka konsep TDM menjadi cukup relevan untuk dikembangkan. Peningkatan sarana dan prasarana transportasi publik itu yang saat ini terus dikembangkan sebetulnya sudah mengadaptasi pendekatan TDM itu. Hanya saja, belajar dari negara-negara lain, penerapan TDM memerlukan kombinasi strategi dengan ketat agar menghasilkan output yang tiga strategi TDM yang dapat digunakan untuk mengatasi kemacetan di kota-kota besar seperti Jakarta. Terdiri dari upaya tarikan pull dengan memperbaiki pilihan mobilitas, upaya dorongan push menggunakan kebijakan berbasis ekonomi, dan kombinasi pull-push dengan kebijakan tata guna lahan yang terintegrasi. Jakarta telah mengombinasikan ketiga strategi itu, misalnya melalui penyediaan transportasi umum, pembatasan mobilitas berdasarkan pelat kendaraan ganjil genap, ataupun dengan konsep transit oriented development TOD.KOMPAS/HERU SRI KUMOROPembangunan Serambi Temu Dukuh Atas, Jakarta, Kamis 22/9/2022. Serambi ini terintegrasi dengan Stasiun LRT Dukuh Atas, halte Transjakarta, dan Stasiun KA Sudirman. Serambi Dukuh Atas merupakan bagian dari pengembangan transit oriented juga Analisis Litbang ”Kompas” Sinkronisasi Strategi ”Pull” dan ”Push” Atasi KemacetanDari ketiga strategi tersebut, hanya strategi pertama yang benar-benar berfungsi di Jakarta. Ke depan, butuh upaya dorongan menggunakan kebijakan berbasis ekonomi ataupun kebijakan tata guna lahan yang lebih ketat lagi. Kebijakan berbasis ekonomi seperti penerapan biaya parkir, tarif tol, biaya kemacetan, ataupun tarif penggunaan jalan raya road pricing perlu untuk terus didorong agar penggunaan kendaraan bermotor di jalan raya dapat ditekan. Tentu saja upaya dorongan ini perlu didukung dengan strategi ketiga, misalnya mengatur ketat kawasan parkir, tarif tol yang terus disesuaikan, hingga penerapan aturan secara tegas pada area road masa depan, kondisi jalanan diperkirakan akan semakin padat seiring tren pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat. Pada 2035, penduduk di Jabodetabek diproyeksikan mencapai 45,3 juta jiwa atau jauh lebih banyak dibandingkan prediksi pada 2020 yang berjumlah 35,3 juta jiwa. Apabila tahun 2020 kondisi kemacetan di wilayah Jakarta dan sekitarnya sudah memprihatinkan, dapat dibayangkan tahun 2035 pasti akan semakin parah dan menyulitkan dalam karena itu, upaya untuk mengurangi kemacetan di wilayah Jakarta dan sekitarnya perlu terus ditingkatkan sesuai dengan perkembangan kota. Tidak hanya dengan peningkatan layanan sarana-prasarana transportasi umum saja, tetapi juga dengan dorongan dari kebijakan berbasis ekonomi dan tata ruang perkotaan sehingga dapat mengurai akar permasalahan secara maksimal. LITBANG KOMPAS EditorBUDIAWAN SIDIK ARIFIANTO
masyarakat menggunakan transportasi umum untuk mengurangi kemacetan di jalan